Siapkan Aglomerasi di Jakarta, Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi Harus Diperhatikan
Selasa, 10 Desember 2024 - 20:45 WIB
loading...
Pertemuan tahunan Jakarta Economic Forum (JEF) Outlook 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/12/2024). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Mempersiapkan aglomerasi Jakarta dengan Bodetabekpunjur, ada beberapa hal harus diperhatikan mulai dari faktor lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, melalui pertemuan tahunan Jakarta Economic Forum (JEF) diharapkan sinergitas Pemprov Jakarta dan Pemda di kota penyangga kian erat sehingga menguatkan Jakarta sebagai kota global.
“JEF memberikan gambaran komprehensif terkiat prospek dan tantangan perekonomian Jakarta pada tahun 2025. Secara khusus, pada JEF Outlook 2025 didalami isu-isu strategis utamanya terkait penguatan resilensi konsumsi RT, pengembangan industri padat karya, dan optimalisasi potensi sinergi kawasan aglomerasi yang dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi ke depan, yang tinggi, inklusif, serta berkelanjutan,” ujar Arlyana, Selasa (10/12/2024).
Melalui JEF Outlook 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta bekerja sama dengan ISEI Jakarta dan Pemprov Jakarta berdiskusi dengan segala elemen menyiapkan Jakarta sebagai kota global.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta Musni Hardi KA menyampaikan bahwa lingkungan strategis ke depan baik di tataran global maupun domestik cukup dinamis, sehingga perlu sinergi kuat lintas stakeholders agar respons kebijakan yang diambil efektif dan tepat sasaran.
Dengan kondisi ini pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan berpeluang tumbuh meningkat pada kisaran 4,7-5,5 persen dengan inflasi yang terkendali pada sasaran 2,5±1 persen.
“Karenanya ada lima aspek yang diperlukan. Pertama, peningkatan peran sektor formal. Kedua, pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial,” tutur Musni.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, melalui pertemuan tahunan Jakarta Economic Forum (JEF) diharapkan sinergitas Pemprov Jakarta dan Pemda di kota penyangga kian erat sehingga menguatkan Jakarta sebagai kota global.
“JEF memberikan gambaran komprehensif terkiat prospek dan tantangan perekonomian Jakarta pada tahun 2025. Secara khusus, pada JEF Outlook 2025 didalami isu-isu strategis utamanya terkait penguatan resilensi konsumsi RT, pengembangan industri padat karya, dan optimalisasi potensi sinergi kawasan aglomerasi yang dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi ke depan, yang tinggi, inklusif, serta berkelanjutan,” ujar Arlyana, Selasa (10/12/2024).
Melalui JEF Outlook 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta bekerja sama dengan ISEI Jakarta dan Pemprov Jakarta berdiskusi dengan segala elemen menyiapkan Jakarta sebagai kota global.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta Musni Hardi KA menyampaikan bahwa lingkungan strategis ke depan baik di tataran global maupun domestik cukup dinamis, sehingga perlu sinergi kuat lintas stakeholders agar respons kebijakan yang diambil efektif dan tepat sasaran.
Dengan kondisi ini pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan berpeluang tumbuh meningkat pada kisaran 4,7-5,5 persen dengan inflasi yang terkendali pada sasaran 2,5±1 persen.
“Karenanya ada lima aspek yang diperlukan. Pertama, peningkatan peran sektor formal. Kedua, pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial,” tutur Musni.
Lihat Juga :