Kisah Ramalan Jailangkung yang Lahirkan Sosok Jenderal Soemitro Sastrodihardjo
Kamis, 05 Desember 2024 - 06:47 WIB
loading...
Jenderal TNI (Purn) Soemitro Sastrodihardjo yang pernah menjabat Wakil Panglima ABRI (TNI) hingga Pangkopkamtib merupakan tokoh militer berpengaruh di Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Soemitro Sastrodihardjo yang pernah menjabat Wakil Panglima ABRI (TNI) hingga Pangkopkamtib merupakan tokoh militer berpengaruh di Indonesia.
Soemitro awalnya belajar di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Setelahnya, dia melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan berhasil lulus pada 1944.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh
Sebelum memutuskan menjadi tentara, Jenderal Soemitro ternyata memiliki kisah unik yang melatarbelakangi keputusannya terjun ke militer. Hal ini berhubungan dengan jailangkung.
Kisah tersebut disampaikannya dalam buku berjudul “Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib” karya Ramadhan KH. Semua berawal saat dirinya menginjak usia 15 tahun.
Saat itu, Soemitro sejatinya memiliki sebuah cita-cita untuk menjadi seorang insinyur. Namun, secara tiba-tiba impiannya tersebut segera berubah setelah dirinya bermain jailangkung bersama temannya yang bernama Gatot Supangkat.
Layaknya permainan jailangkung yang umum diketahui, Soemitro pun menanyakan sesuatu. Dalam hal ini, pertanyaan pertama yang diberikan adalah terkait keadaan dirinya di masa depan akan menjadi apa.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni
Singkatnya, jailangkung menjawabnya dengan menunjuk masing-masing huruf M, A, J, O, R. Pada akhirnya, Soemitro benar benar menjadi seorang tentara.
“Namanya garis hidup, saya betul-betul jadi tentara,” ucap Jenderal Soemitro dalam buku Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib karya Ramadhan K. H.
Jenderal kelahiran 13 Januari 1927 di Probolinggo, Jawa Timur Soemitro ini bergabung sebagai tentara sukarela di Pembela Tanah Air alias PETA.
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, dia juga turut beralih menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang nantinya menjadi cikal bakal TNI.
Karir militernya cukup moncer. Prajurit asal Jawa Timur ini pernah menduduki sejumlah posisi strategis.
Di antaranya Pangdam IX/Mulawarman (1964-1965), Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (1971-1974), hingga Wakil Panglima ABRI (1973-1974). Bahkan pangkat bintang 4 (Jenderal TNI) berhasil disematnya.
Soemitro awalnya belajar di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Setelahnya, dia melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan berhasil lulus pada 1944.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh
Sebelum memutuskan menjadi tentara, Jenderal Soemitro ternyata memiliki kisah unik yang melatarbelakangi keputusannya terjun ke militer. Hal ini berhubungan dengan jailangkung.
Kisah tersebut disampaikannya dalam buku berjudul “Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib” karya Ramadhan KH. Semua berawal saat dirinya menginjak usia 15 tahun.
Saat itu, Soemitro sejatinya memiliki sebuah cita-cita untuk menjadi seorang insinyur. Namun, secara tiba-tiba impiannya tersebut segera berubah setelah dirinya bermain jailangkung bersama temannya yang bernama Gatot Supangkat.
Layaknya permainan jailangkung yang umum diketahui, Soemitro pun menanyakan sesuatu. Dalam hal ini, pertanyaan pertama yang diberikan adalah terkait keadaan dirinya di masa depan akan menjadi apa.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni
Singkatnya, jailangkung menjawabnya dengan menunjuk masing-masing huruf M, A, J, O, R. Pada akhirnya, Soemitro benar benar menjadi seorang tentara.
“Namanya garis hidup, saya betul-betul jadi tentara,” ucap Jenderal Soemitro dalam buku Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib karya Ramadhan K. H.
Jenderal kelahiran 13 Januari 1927 di Probolinggo, Jawa Timur Soemitro ini bergabung sebagai tentara sukarela di Pembela Tanah Air alias PETA.
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, dia juga turut beralih menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang nantinya menjadi cikal bakal TNI.
Karir militernya cukup moncer. Prajurit asal Jawa Timur ini pernah menduduki sejumlah posisi strategis.
Di antaranya Pangdam IX/Mulawarman (1964-1965), Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (1971-1974), hingga Wakil Panglima ABRI (1973-1974). Bahkan pangkat bintang 4 (Jenderal TNI) berhasil disematnya.
(shf)
Lihat Juga :