Gamma Tewas Ditembak Polisi, LPSK: Fakta yang Kami Temukan Tidak Ada Tawuran
Kamis, 05 Desember 2024 - 05:51 WIB
loading...
LPSK turun tangan dalam kasus penembakan oleh Aipda Robig Zainudin yang menyebabkan Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMKN 4 Semarang dan anggota Paskibra tewas. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Kasus penembakan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang Aipda Robig Zainudin (38) menyebabkan Gamma Rizkynata Oktafandy (17), siswa SMKN 4 Semarang dan anggota Paskibra setempat tewas.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah turun ke Kota Semarang terkait insiden yang menjadi sorotan publik ini.
Baca juga: Propam Polda Jateng: Penembakan Gamma Siswa SMK di Semarang Bukan karena Pembubaran Tawuran
Wakil Ketua LPKS Susilaningtias menyebut timnya sudah turun pada pekan lalu, bertemu beberapa pihak termasuk Polrestabes Semarang dan Polda Jateng untuk berkoordinasi.
Termasuk menemui para korban dan keluarganya. Sejumlah saksi juga telah ditemui.
“Pertama kami sampaikan turut berduka cita. Fakta yang kami temukan tidak ada tawuran. Menurut saksi-saksi yang kami temui ya. Itu memang ada penembakan, di sisi lain juga ada (keterangan) dari Polrestabes Semarang karena ada tawuran katanya, ini yang masih kami dalami,” kata Susi dikutip Kamis (5/12/2024).
LPSK juga masih mendalami soal keterangan terkait adanya korban kena luka tembak yang selamat.
Baca juga: Keluarga Gamma Ngaku Sempat Diintervensi Polisi dan Oknum Wartawan, Diminta Buat Video Mengikhlaskan
“Kalau hanya terserempet kok sampai segitunya,” sambungnya.
Susulaningtias menyebut LPSK telah menyampaikan ke mereka yang sudah temui bahwa ada beberapa hak yang bisa diakses melalui perlindungan dan bantuan LPSK salah satunya dalam rangka mengungkap kasus itu secara terang-benderang.
“Kami sudah menawarkan perlindungan, para saksi belum mengajukan,” lanjut dia.
LPSK menegaskan hal itu masih temuan awal pihaknya.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Sudah saya cek bahwa sejauh ini belum ada permohonan perlindungan baik dari saksi-saksi maupun dari korban atau keluarganya,” sebut Susulaningtias.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah turun ke Kota Semarang terkait insiden yang menjadi sorotan publik ini.
Baca juga: Propam Polda Jateng: Penembakan Gamma Siswa SMK di Semarang Bukan karena Pembubaran Tawuran
Wakil Ketua LPKS Susilaningtias menyebut timnya sudah turun pada pekan lalu, bertemu beberapa pihak termasuk Polrestabes Semarang dan Polda Jateng untuk berkoordinasi.
Termasuk menemui para korban dan keluarganya. Sejumlah saksi juga telah ditemui.
“Pertama kami sampaikan turut berduka cita. Fakta yang kami temukan tidak ada tawuran. Menurut saksi-saksi yang kami temui ya. Itu memang ada penembakan, di sisi lain juga ada (keterangan) dari Polrestabes Semarang karena ada tawuran katanya, ini yang masih kami dalami,” kata Susi dikutip Kamis (5/12/2024).
LPSK juga masih mendalami soal keterangan terkait adanya korban kena luka tembak yang selamat.
Baca juga: Keluarga Gamma Ngaku Sempat Diintervensi Polisi dan Oknum Wartawan, Diminta Buat Video Mengikhlaskan
“Kalau hanya terserempet kok sampai segitunya,” sambungnya.
Susulaningtias menyebut LPSK telah menyampaikan ke mereka yang sudah temui bahwa ada beberapa hak yang bisa diakses melalui perlindungan dan bantuan LPSK salah satunya dalam rangka mengungkap kasus itu secara terang-benderang.
“Kami sudah menawarkan perlindungan, para saksi belum mengajukan,” lanjut dia.
LPSK menegaskan hal itu masih temuan awal pihaknya.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Sudah saya cek bahwa sejauh ini belum ada permohonan perlindungan baik dari saksi-saksi maupun dari korban atau keluarganya,” sebut Susulaningtias.
(shf)
Lihat Juga :