Misbakhun Ajak Konstituen Perangi Judol dan Waspadai Pinjol
Jum'at, 29 November 2024 - 14:22 WIB
loading...
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengampanyekan bahaya judi online dan jerat pinjaman online kepada konstituennya di Pasuruan, Jawa Timur. FOTO/IST
A
A
A
PASURUAN - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengampanyekan bahaya judi online dan jerat pinjaman online kepada konstituennya di Pasuruan, Jawa Timur. Menurut legislator yang membidangi keuangan dan perbankan itu, judol dan pinjol menyengsarakan masyarakat.
Misbakhun menggelar penyuluhan di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dan Kecamatan Purworejo di Kota Pasuruan pada Kamis (28/11/2024). Di Grati, politikus Partai Golkar itu juga mengajak perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyosialisasikan bahaja judol.
Di acara bertema Penyuluhan Jasa Keuangan itu, Misbakhun menyatakan judol membawa pengaruh buruk yang sangat besar bagi masyarakat tingkat bawah. Menurutnya, roda perekonomian masyarakat yang seharusnya berputar akhirnya harus tersendat karena uangnya digunakan judol.
"Judi online ini mengisap ekonomi. Masyarakat makin susah dan negara dibikin susah karena jumlah uang yang beredar di Indonesia menjadi menyusut," kata Misbakhun di hadapan ratusan warga peserta penyuluhan.
Politikus yang dinobatkan sebagai Figur Akselerator Kemajuan Kategori Reformasi Sektor Keuangan pada detikJatim Awards 2024 itu menambahkan sudah banyak cerita memilukan tentang efek judol. Misalnya, banyak kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, anak berani kepada orang tua, bahkan bunuh diri yang terpicu efek judol.
Misbakhun menggelar penyuluhan di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dan Kecamatan Purworejo di Kota Pasuruan pada Kamis (28/11/2024). Di Grati, politikus Partai Golkar itu juga mengajak perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyosialisasikan bahaja judol.
Di acara bertema Penyuluhan Jasa Keuangan itu, Misbakhun menyatakan judol membawa pengaruh buruk yang sangat besar bagi masyarakat tingkat bawah. Menurutnya, roda perekonomian masyarakat yang seharusnya berputar akhirnya harus tersendat karena uangnya digunakan judol.
"Judi online ini mengisap ekonomi. Masyarakat makin susah dan negara dibikin susah karena jumlah uang yang beredar di Indonesia menjadi menyusut," kata Misbakhun di hadapan ratusan warga peserta penyuluhan.
Politikus yang dinobatkan sebagai Figur Akselerator Kemajuan Kategori Reformasi Sektor Keuangan pada detikJatim Awards 2024 itu menambahkan sudah banyak cerita memilukan tentang efek judol. Misalnya, banyak kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, anak berani kepada orang tua, bahkan bunuh diri yang terpicu efek judol.
Lihat Juga :