Melalui KudusAsik, BLDF Melindungi Masyarakat Kudus dari Ancaman Bencana yang Mematikan

Selasa, 26 November 2024 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Selain membantu persoalan sampah di Kudus, keberadaan pusat pengelolaan sampah organik ini membuat Kudus semakin asri. Pasalnya hasil dari pengolahan sampah organik yang berupa humisoil dijadiaan pupuk untuk berbagai tanaman yang ditanam BLDF dalam Program Djarum Trees For Life. “Masyarakat yang membutuhkan juga bisa memanfatkan humisoil ini secara gratis, “ujar Eri Wahyudi.

Bahaya Sampah Organik

Eri menjelaskan kompleks pengelolaan sampah organik ini dibangun karena keprihatinan dari management PT Djarum terhadap masalah sampah di Kudus. Pada 2017 sampah di TPA menggunung dan tidak bisa menerima sampah dari Masyarakat. Sampah-sampah di Kudus pun sempat tidak terangkut beberapa hari. Management PT Djarum khawatir menumpuknya sampah di TPA Kudus bisa menyebabkan tragedi seperti yang terjadi di TPA Leuwigajah di Cimahi Jawa Barat.
Apalagi TPA Leuwigajah dan TPA di Kudus punya kemiripan, sampah di kedua TPA ini dikelola dengan sistem pembuangan sampah secara terbuka, dengan menumpuk sampah di atas lahan tanpa pengamanan dan perlakuan khusus (sistem open dumping).

Pada 21 Februari 2005 terjadi longsor dan ledakan gas metana dari gunungan sampah di TPA Leuwigajah setinggi 60 meter dan lebar 200 meter. Kejadian ini mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 157 orang. Korban yang begitu banyak ini menjadi insiden terparah kedua di dunia dari pengelolaan sampah di TPA.

Gas metana yang dihasilkan dari sampah organik yang tidak dikelola dengan baik, memang jadi sumber bencana yang mematikan. Para ahli mengatakan gas metana dari sampah organik juga menjadi salah satu penyebab utama emisi gas rumah kaca.
Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati mengingatkan gas metana dari sampah organik 28 kali memiliki dampak negatif dari gas CO2.

Sampah organik juga menghasilkan air lindi yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan karena mengandung zat organik dan anorganik yang berbahaya, seperti bakteri, parasit, merkuri, kadmium, dan nikel. Mengutip dari laman waste4change.com air lindi bisa mencemari air tanah dan lahan pertanian hingga mengakibatkan gagal panen.

Baca Juga : Pilkada Kudus 2024, ASN Tak Netral Bisa Disanksi Pidana


Seperti diketahui lahan pertanian di Kabupaten Kudus, masih luas. Mencapai sekitar 28.000 hektar atau 66 % dari total luas wilayah. Dari total lahan pertanian tersebut, sekitar 72 % atau sekitar 20.140 hektar merupakan lahan sawah. Produksinya pada 2024 ini mencapai 163.000 gabah kering giling. Bisa dibayangkan kerugian yang diderita jika Kudus mengalami gagal panen padi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Ketua DPKLTS Dorong...
Ketua DPKLTS Dorong Pemulihan Hutan dan DAS demi Tekan Risiko Bencana di Jabar
Program RSLH Ubah Nasib...
Program RSLH Ubah Nasib Ratusan Warga Kudus, 128 Rumah Dibangun Ulang
Baznas RI Ajak Mahasiswa...
Baznas RI Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Jadi Penggerak Zakat
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dipercepat, Layanan Publik di 10 Wilayah Kembali Normal
Data Terkini Pengungsi...
Data Terkini Pengungsi Bencana Sumatera, 12.994 Orang Masih Tinggal di Tenda
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Rekomendasi
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved