Catatan Blusukan Ridwan Kamil di Jakarta: Dikerubungi Emak-emak, Gendong Warga, hingga Dolan Gang Sempit
Sabtu, 23 November 2024 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Di Tanah Merah, Jakarta Utara, setelah mendengar banjir yang kerap menerpa, ia spontan mengambil kertas dan pena. Duduk lesehan di pinggir rawa yang airnya sering meluap, dia membuat sketsa masa depan Lapangan Kobra. Coretan lanskap dengan imaji masa depan yang bebas banjir dan nyaman bagi seluruh warga. Fungsi ekologis tetap terjaga, ruang interaksi sosial yang nyaman tersedia, dan anak-anak tidak lagi bermain di jalanan.
Saat masih aktif sebagai arsitek, ia sempat menjadi staf ahli untuk gubernur Sutiyoso dan Fauzi Bowo. Ridwan Kamil tidaklah asing dengan Jakarta, dan sudah dua kali menjadi kepala daerah. Namun, pengalaman tersebut tidak membuat ia jemawa dan merasa paling tahu.
Tak jarang, ia masih dikejutkan dengan ‘harta terpendam’ di Jakarta. Di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, ia seperti tersihir saat melihat langsung situ Rawa Badung. Dengan luas total 4,4 hektar, reservoir pengendali banjir tersebut menjadi ‘waduk’ alami dengan segudang potensi wisata. Jatinegara bisa punya ikon baru, selain dilantunkan para biduan yang membawakan Juwita Malam.
![Catatan Blusukan Ridwan Kamil di Jakarta: Dikerubungi Emak-emak, Gendong Warga, hingga Dolan Gang Sempit]()
Di Kembangan, Jakarta Barat, Ridwan Kamil tak segan-segan menggendong seorang warga setempat untuk memetik anggur hijau yang ranum memikat selera. Sembari menikmati anggur segar, ia menyerap kisah sukses kerjasama warga dan perusahaan swasta dalam mengembangkan urban farming di tengah keterbatasan lahan di Jakarta.
Masih di Jakarta Barat, wilayah Petak Sembilan yang ikonik ia sambangi beberapa kali. Dari wihara Dharma Bakti, pasar Petak 9, hingga toko obat tradisional. Melalui jalan-jalan sempit yang meliuk, ia berhenti sejenak. Berbincang dengan beberapa anak dan meladeni permintaan mereka untuk naik becak–transportasi kayuh roda tiga yang sudah nyaris punah di Jakarta.
Pengalaman Segudang Tak Membuat Jemawa
Sebelum dipilih masyarakat sebagai wali kota Bandung dan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berprofesi sebagai arsitek. Dari sebelumnya mendesain rumah dan menata lanskap kota, ia lantas mendesain kebijakan dan mengimplementasi program kerja guna memajukan wilayah.Saat masih aktif sebagai arsitek, ia sempat menjadi staf ahli untuk gubernur Sutiyoso dan Fauzi Bowo. Ridwan Kamil tidaklah asing dengan Jakarta, dan sudah dua kali menjadi kepala daerah. Namun, pengalaman tersebut tidak membuat ia jemawa dan merasa paling tahu.
Tak jarang, ia masih dikejutkan dengan ‘harta terpendam’ di Jakarta. Di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, ia seperti tersihir saat melihat langsung situ Rawa Badung. Dengan luas total 4,4 hektar, reservoir pengendali banjir tersebut menjadi ‘waduk’ alami dengan segudang potensi wisata. Jatinegara bisa punya ikon baru, selain dilantunkan para biduan yang membawakan Juwita Malam.

Di Kembangan, Jakarta Barat, Ridwan Kamil tak segan-segan menggendong seorang warga setempat untuk memetik anggur hijau yang ranum memikat selera. Sembari menikmati anggur segar, ia menyerap kisah sukses kerjasama warga dan perusahaan swasta dalam mengembangkan urban farming di tengah keterbatasan lahan di Jakarta.
Masih di Jakarta Barat, wilayah Petak Sembilan yang ikonik ia sambangi beberapa kali. Dari wihara Dharma Bakti, pasar Petak 9, hingga toko obat tradisional. Melalui jalan-jalan sempit yang meliuk, ia berhenti sejenak. Berbincang dengan beberapa anak dan meladeni permintaan mereka untuk naik becak–transportasi kayuh roda tiga yang sudah nyaris punah di Jakarta.
Lihat Juga :