Fesbul Pilih Film Pendek Asal Banjarmasin dan Sintang untuk Wakili Kalimantan
Jum'at, 15 November 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, kedua film pendek ini berasal dari Sintang, Kalimantan Barat dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan sekalipun Lokus 10 digelar di Samarinda.
“Hal ini membuktikan kalau open submission yang dibuka oleh Fesbul memang begitu menarik perhatian para sineas-sineas muda dari seluruh penjuru Tanah Borneo,” kata Founder Fesbul Abdul Manaf, Kamis (14/11/2024).
Film Saat Malam Menjadi Merah disutradarai Dedetria Holyri dan memiliki genre horor karena mengusung kisah hantu kepercayaan masyarakat Kalimantan, Kuyang.
Sekadar informasi, masyarakat Kalimantan meyakini kalau Tuju atau Kuyang yang berbentuk seperti kepala melayang itu adalah sosok manusia. Film produksi Serantung Productions ini akan memperlihatkan cerita hantu dari sudut pandang film pendek.
Sedangkan, Bukan Tempat Bermain adalah sebuah film pendek dengan latar lokasi pasar malam. Diarahkan oleh M Azmi Arif dan diproduksi Miniatur Production, Bukan Tempat Bermain mengusung
cerita sepasang kekasih yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
“Hal ini membuktikan kalau open submission yang dibuka oleh Fesbul memang begitu menarik perhatian para sineas-sineas muda dari seluruh penjuru Tanah Borneo,” kata Founder Fesbul Abdul Manaf, Kamis (14/11/2024).
Film Saat Malam Menjadi Merah disutradarai Dedetria Holyri dan memiliki genre horor karena mengusung kisah hantu kepercayaan masyarakat Kalimantan, Kuyang.
Sekadar informasi, masyarakat Kalimantan meyakini kalau Tuju atau Kuyang yang berbentuk seperti kepala melayang itu adalah sosok manusia. Film produksi Serantung Productions ini akan memperlihatkan cerita hantu dari sudut pandang film pendek.
Sedangkan, Bukan Tempat Bermain adalah sebuah film pendek dengan latar lokasi pasar malam. Diarahkan oleh M Azmi Arif dan diproduksi Miniatur Production, Bukan Tempat Bermain mengusung
cerita sepasang kekasih yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
Lihat Juga :