PKB dan Kiai Ajak Lawan Hoaks yang Menyerang Ahmad Luthfi-Taj Yasin
Selasa, 12 November 2024 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka yang melempar isu hoaks, tanda mereka tidak mampu. Tidak punya bahan kampanye," tutur Gus Yusuf, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang ini dalam acara yang dihadiri ribuan kader PKB, kiai, muslimat yang siap memenangkan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng 2024 itu.
Daripada membuka medsos, kata dia, kader dan kiai diminta aktif turun ke masyarakat. Ia berpesan agar pendukung paslon nomor urut 2 tidak jemawa. Mereka harus menjaga suara keluarga, tetangga RT dan RW, jamaah, santri untuk nyoblos Luthfi-Yasin.
Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz juga berpesan hal yang sama pada pengurus struktural dan kader partai. Tidak perlu mempedulikan medsos namun harus turun ke lapangan. "Kuatkan basis-basis suara. Kita akan keliling di 18 kecamatan," kata Aziz.
Sementara itu, Cagub Ahmad Luthfi mengatakan, dia dan Cawagub Taj Yasin Maimoen telah mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto maupun mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia berkomitmen bahwa kebijakan maupun program yang dijalankan linier dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa pihaknya akan menjalankan program memajukan pesantren. Ia tidak rela jika guru-guru madrasah diniyah hanya mendapatkan insentif Rp100 ribu sebulan. Maka, dirinya bersama Cawagub Taj Yasin Maimoen bakal fokus membangun pendidikan dan pesantren.
Daripada membuka medsos, kata dia, kader dan kiai diminta aktif turun ke masyarakat. Ia berpesan agar pendukung paslon nomor urut 2 tidak jemawa. Mereka harus menjaga suara keluarga, tetangga RT dan RW, jamaah, santri untuk nyoblos Luthfi-Yasin.
Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz juga berpesan hal yang sama pada pengurus struktural dan kader partai. Tidak perlu mempedulikan medsos namun harus turun ke lapangan. "Kuatkan basis-basis suara. Kita akan keliling di 18 kecamatan," kata Aziz.
Sementara itu, Cagub Ahmad Luthfi mengatakan, dia dan Cawagub Taj Yasin Maimoen telah mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto maupun mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia berkomitmen bahwa kebijakan maupun program yang dijalankan linier dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa pihaknya akan menjalankan program memajukan pesantren. Ia tidak rela jika guru-guru madrasah diniyah hanya mendapatkan insentif Rp100 ribu sebulan. Maka, dirinya bersama Cawagub Taj Yasin Maimoen bakal fokus membangun pendidikan dan pesantren.
(rca)
Lihat Juga :