Sekolah Semanggi II Digelar, Menggali Potensi Aset Jakarta untuk Raih Benefit

Sabtu, 09 November 2024 - 15:52 WIB
loading...
Sekolah Semanggi II...
Sekolah Semanggi Perencanaan Kota dan Wilayah kembali digelar selama seminggu kedepan di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Jumat sore (8/11/2024). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekolah Semanggi Perencanaan Kota dan Wilayah kembali digelar selama seminggu kedepan. Kali ini pembukaan Sekolah Semanggi diadakan di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Jumat sore (8/11/2024). Acara yang bertepatan dengan World Town Planning Day dan diikuti 150 orang yang diadakan secara online. Mereka ini dari kalangan profesional, praktisi properti, dan mahasiswa.

Ketua Penyelenggara Sekolah Semanggi Adhamaski Pangeran mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya. Tahun ini Sekolah Semanggi mengambil bertemakan Optimizing and Managing Urban Assets: Leveraging Urban Advantages.

”Tema ini bertujuan bagaimana caranya memanfaatkan, mengoptimalkan dan berinovasi dalam memanfaatkan aset-aset milik pemerintah, terutama aset terkait tanah dan bangunan di Jakarta,” kata Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) Jakarta ini dalam sambutannya. Baca juga: Pemprov Jakarta-KBN Bersiap Menuju Kota Global melalui Transformasi Digitalisasi

Menurut Adhamaski, optimalisasi aset pemerintah ini sejalan dengan visi Pemerintah Prabowo Subianto kedepan untuk menjaga dan mengoptimalkan kekayaan negara. Adhamaski mengemukakan, data World Bank dan Bappenas menyebutkan aset tersebut jumlahnya mencapai Rp210 triliun berupa aset tanah dan bangunan.

Aset itu dimiliki pemerintah pusat, daerah yang disebut BMN yakni barang milik negara dan BMD yaitu barang milik daerah. “Ini merupakan big opportunity, big money yang belum ditangkap oleh banyak orang. Kita harus berani membuka ide-ide baru untuk mengoptimalkan peluang yang ada dan tentunya bersinergi dengan pihak terkait, baik pusat dan daerah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta,” jelasnya.

Wakil Kepala Bappeda Jakarta Tri Indrawan mengatakan, pengelolaan aset daerah berupa tanah dan lainnya itu sudah dibuka peluangnya. Yang harus dipelajari adalah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang).

”Namun jika ada lokasi yang strategis namun pertuntukkannya ialah RTH (Ruang Terbuka Hijau)-nya, tetapi jika dimaksimalkan memiliki benefit dan manfaat untuk masyarakat itu bisa disinergikan,” katanya.

Tri Indrawan menambahkan, saat ini kita tidak bisa berfikir dengan pola-pola lama. Jika asetnya memiliki nilai komersial yang memiliki benefit dan manfaat ekonomi yang besar, kita jangan berfikir tak bisa dimanfaatkan karena RTH-nya tinggi.

“Kita manfaatkan, bahkan harus bisa kita tingkatkan penggunaannya. Karena kita konsepnya benefit, dan teman-teman swasta melihatnya profit. Dan jika proposal penawaranya memberikan benefit tinggi maka bisa juga harganya bisa dibawah harga pasar. Tapi kita tetapkan pengelolaannya memberikan benefit seluas-luasnya bagi masyarakat, dampak ekonominya,” imbuhnya.

Presiden EAROPH Indonesia Andira Reoputra menyebutkan, semoga Sekolah Semanggi Batch II ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi kita bersama. Diretur Utama Sarana Jaya (BUMD) ini menegaskan acara ini bertujuan mengembangkan dengan Jakarta sebagai kota global.

Selain itu menurutnya bisa memberikan ide, embrio baru terkait peluang baru untuk mengembangkan Jakarta menjadi kota global. ”Saya senang dengan tema Sekolah Semanggi Batch II ini dan semoga ada pengetahuan baru bagi teman-teman untuk mengakses akses yang diinginkan,” tegasnya.

Ketua Badan Kejuruan Teknik Kewilayahan dan Perkotaan (BKTKP) PII Soelaeman Soemawinata menuturkan, Jakarta setelah tak lagi menjadi ibu kota negara harus dipersiapkan menjadi kota global dan pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menjadi kota global, Jakarta harus mampu meningkatkan daya saingnya sebagai pusat finansial dan investasi dunia.

“Secara teori ada 8 syarat yang harus dipenuhi Jakarta untuk menuju kota global. Saat ini yang sudah terpenuhi baru 3 syarat yaitu populasi yang besar, adanya perusahaan multinasional dan dominasi ekonomi nasional,” ungkapnya. Baca juga: Bangkitkan Semangat Keinsinyuran, Sekolah Semanggi Perencanaan Kota dan Wilayah Digelar

Sedangkan syarat yang belum dipenuhi Jakarta sebagai kota global yaitu terkait belum seragamnya pembangunan di Jakarta (Hi Degree of Urban Development). Kemudian unsur significant and globalized financial sector tidak ada. Selanjutnya unsur well developed transportation infrastructure yang kurang maksimal dan tidak simpel, serta globally influential output of ideas; innovations, or cultural products.

“Jakarta akan tetap strategis terlebih karena berperan sebagai kota global. Sebagai kota terbesar di Indonesia, kata Soelaeman, peran Jakarta akan tetap eksis karena terdapat banyak institusi keuangan dan kantor pusat perusahaan multinasional,” jelas Dewan kehormatan DPP Real Estat Indonesia (REI) yang juga peserta Sekolah Semanggi Batch II ini.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved