Penampakan Dampak Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur
Senin, 04 November 2024 - 11:51 WIB
loading...
Dampak letusan Gunung Lewotobi Lali-Laki pada Minggu malam (3/11/2024), pukul 23.57 WITA mengakibatkan sejumlah bangunan hancur dan menimbulkan korban jiwa. Foto/BNPB
A
A
A
FLORES TIMUR - Dampak letusan Gunung Lewotobi Lali-Laki pada Minggu malam (3/11/2024), pukul 23.57 WITA mengakibatkan sejumlah bangunan hancur dan menimbulkan korban jiwa. Letusan berlangsung selama 1.450 detik.
![Penampakan Dampak Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur]()
Foto/BNPB
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kini telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III menjadi IV atau 'Awas' sejak Minggu (3/11/2024), pukul 24.00 Wita.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Dilaporkan 9 Orang Meninggal Dunia
Berdasarkan informasi yang beredar, sebelumnya dikabarkan ada 9 korban meninggal dunia. Dahsyatnya letusan terekam kerusakan dan korban dalam sejumlah foto dan video yang beredar.
![Penampakan Dampak Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur]()
Namun berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, jumlah korban meninggal dunia yang sudah terverifikasi berjumlah 6 orang.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 48 Kali sejak Awal 2024: Waspada Erupsi dan Bahaya Lainnya
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, para korban letusan gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (Mdpl) berasal berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.
![Penampakan Dampak Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur]()
Berdasarkan data di BPBD Flores Timur, letusan Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan dampak di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Wulanggitang ada 6 desa terdampak, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang.
![Penampakan Dampak Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur]()
Di Kecamatan Ile Bura terdapat 4 desa terdampak, yaitu di Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen dan Riang Rita.
Sedangkan di Kecamatan Titehena berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang dan Watowara.
"BNPB memantau populasi jiwa terdampak sebanyak 2.734 kepala keluarga (KK) atau 10.295 jiwa. Dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK atau 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK atau 816 jiwa," ujarnya, Senin (4/11/2024).
Saat ini Masyarakat Desa Dulipali dan Desa Lewolaga, serta pemerintah Desa Lewolaga sudah menyiapkan tempat sekolah sebagai lokasi pengungsian.
Pemkab Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 96 hari, terhitung pada 27 September hingga 31 Desember 2024.

Foto/BNPB
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kini telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III menjadi IV atau 'Awas' sejak Minggu (3/11/2024), pukul 24.00 Wita.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Dilaporkan 9 Orang Meninggal Dunia
Berdasarkan informasi yang beredar, sebelumnya dikabarkan ada 9 korban meninggal dunia. Dahsyatnya letusan terekam kerusakan dan korban dalam sejumlah foto dan video yang beredar.

Namun berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, jumlah korban meninggal dunia yang sudah terverifikasi berjumlah 6 orang.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 48 Kali sejak Awal 2024: Waspada Erupsi dan Bahaya Lainnya
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, para korban letusan gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (Mdpl) berasal berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.

Berdasarkan data di BPBD Flores Timur, letusan Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan dampak di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Wulanggitang ada 6 desa terdampak, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang.

Di Kecamatan Ile Bura terdapat 4 desa terdampak, yaitu di Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen dan Riang Rita.
Sedangkan di Kecamatan Titehena berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang dan Watowara.
"BNPB memantau populasi jiwa terdampak sebanyak 2.734 kepala keluarga (KK) atau 10.295 jiwa. Dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK atau 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK atau 816 jiwa," ujarnya, Senin (4/11/2024).
Saat ini Masyarakat Desa Dulipali dan Desa Lewolaga, serta pemerintah Desa Lewolaga sudah menyiapkan tempat sekolah sebagai lokasi pengungsian.
Pemkab Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 96 hari, terhitung pada 27 September hingga 31 Desember 2024.
(shf)
Lihat Juga :