Warga Ancam Demo jika Pasar Tumpah Merdeka Bogor Tak Ditertibkan
Sabtu, 02 November 2024 - 20:58 WIB
loading...
A
A
A
"Kami hanya minta ketegasan dari aparatur dalam bersikap, jangan mereka takut dengan pPreman. Masak harus warga yang kembali turun untuk mengusir mereka? Kami sudah taat bayar pajak, tapi apa yang kami dapat," kata Yayan.
Warga lain, Dadang menjelaskan, kondisi sekitar bangunan liar sebenarnya lebih kondusif dan bersih setelah sebagian pedagang pindah ke Pasar Mawar. Namun anggota kelompok preman kembali memprovokasi sebagian pedagang kembali ke lapak di Pasar Tumpah Merdeka.
Menurut Dadang, tidak hanya warga yang protes dengan keberadaan pasar tumpah. Pemilik ruko di sepanjang Jalan Merdeka juga menolak keberadaan pedagang dan PKL. "Setidaknya sudah ada 9 pemilik ruko yang tanda tangani petisi tolak pasar tumpah. Mereka keberatan dengan pedagang dan PKL yang dibawa kelompok preman. Mereka jengkel karena pedagang tersebut membuat lokasi ruko mereka jadi kumuh," katanya.
Saat dikonfirmasi, salah satu pemilik ruko, Yasa menolak keberadaan pasar tumpah karena merusak dan membuat kotor area ruko. "Kami menolak keberadaan pasar tumpah karena merusak lahan parkir ruko dan membuat kotor serta mengganggu operasional ruko," katanya.
Ia menjelaskan sebagian pedagang tidak ingin direlokasi. "Karena pengacara berikan jaminan kepada kami, kalau kios itu tidak boleh dirobohkan karena hanya masalah tidak punya izin oleh aparatur," tutupnya
Sementara Kepala Satpol PPKota Bogor, Agustian Syah menyebutpengosonganbangunan liar di Jalan Merdeka merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya pada 2022 lalu. Saat ini mereka melanjutkan karena belum semua kios dikosongkan.
Warga lain, Dadang menjelaskan, kondisi sekitar bangunan liar sebenarnya lebih kondusif dan bersih setelah sebagian pedagang pindah ke Pasar Mawar. Namun anggota kelompok preman kembali memprovokasi sebagian pedagang kembali ke lapak di Pasar Tumpah Merdeka.
Menurut Dadang, tidak hanya warga yang protes dengan keberadaan pasar tumpah. Pemilik ruko di sepanjang Jalan Merdeka juga menolak keberadaan pedagang dan PKL. "Setidaknya sudah ada 9 pemilik ruko yang tanda tangani petisi tolak pasar tumpah. Mereka keberatan dengan pedagang dan PKL yang dibawa kelompok preman. Mereka jengkel karena pedagang tersebut membuat lokasi ruko mereka jadi kumuh," katanya.
Saat dikonfirmasi, salah satu pemilik ruko, Yasa menolak keberadaan pasar tumpah karena merusak dan membuat kotor area ruko. "Kami menolak keberadaan pasar tumpah karena merusak lahan parkir ruko dan membuat kotor serta mengganggu operasional ruko," katanya.
Pedagang Pasar Tumpah Menolak Dipindah
Nana, salah seorang pedagang mengaku tercatat ada 35pedagangyang menempatiPasar Tumpah Merdeka. Mereka semua telah bersepakat untuk menolak dipindah dan memperjuangkan tempat tersebut. "Saya bersamapedagang lainmerasa keberatan adanya surat yang dikeluarkan Kasatpol PPkepadapedagang," katanya.Ia menjelaskan sebagian pedagang tidak ingin direlokasi. "Karena pengacara berikan jaminan kepada kami, kalau kios itu tidak boleh dirobohkan karena hanya masalah tidak punya izin oleh aparatur," tutupnya
Sementara Kepala Satpol PPKota Bogor, Agustian Syah menyebutpengosonganbangunan liar di Jalan Merdeka merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya pada 2022 lalu. Saat ini mereka melanjutkan karena belum semua kios dikosongkan.
Lihat Juga :