Workshop Komunitas GSM Sibon, Mewujudkan Pendidikan yang Membangun Keindonesiaan

Kamis, 31 Oktober 2024 - 11:04 WIB
loading...
Workshop Komunitas GSM...
Komunitas GSM Sibon menggelar workshop pada 29-30 Oktober 2024. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
BONDOWOSO - Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Sibon (Situbondo-Bondowoso) menggelar workshop pada 29-30 Oktober 2024. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda .

Founder GSM Muhammad Nur Rizal dan co-founder GSM Novi Poespita Candra hadir sebagai narasumber di acara workshop itu. Dalam kegiatan ini, Rizal menekankan agar pendidikan perlu menyediakan bekal bagi masyarakat Indonesia untuk merdeka dari keterjajahan digital.

Layaknya pendidikan di China yang mengutamakan STEM serata integrasi seni dan budaya, juga pendidikan di Jepang yang sangat menitikberatkan pada pengembangan karakter, keterampilan hidup, kreativitas, dan inovasi. Konsep pendidikan yang tidak melulu menekankan kecerdasan akademik sebagai satu-satunya orientasi. Baca juga: Jadi Mendikdasmen, Abdul Mu'ti Ingin Wujudkan Program RAMAH di Kemendikdasmen

“Saat ini kemajuan AI ( artificial intelligence ) telah pada titik mencapai kemampuan melakukan otomasi analitik yang membuat banyak profesi seperti guru, dosen, saintis, ahli hukum, pegawai bank, hingga dokter terancam hilang digantikan oleh AI. Akan muncul jenis pekerjaan baru yang kita belum tahu seperti apa,” katanya.

Menurutnya, AI saat ini dan mungkin dekade ke depan masih lebih banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas di segala bidang, misalnya perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Namun AI juga punya potensi resiko besar bagi eksistensi kemanusiaan jika kita salah
menanamkan sistem nilai (values) ke dalam algoritmanya.

Untuk itu kita harus dapat mewujudkan pendidikan yang membangun keindonesiaan. Yakni selain kuat
dalam berpikir kritis, kreatif, dan etis, juga memiliki pemahaman mendalam tentang identitas, nilai budaya, dan potensi bangsa Indonesia. Sikap keindonesiaan ini yang pada akhirnya akan melahirkan sistem nilai estetik pada diri setiap individu generasi kita untuk tetap menjaga moral etis dan moral sosial bangsa, di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Hal ini merupakan kunci membentuk individu yang utuh dan mandiri sehingga siap menghadapi serta bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan global dan disrupsi digital. Kuncinya ada pada penanaman rasa ingin tahu dan sikap otonom agar tidak dikendalikan sebagai budak oleh teknologi.

“Dengan menjadi manusia otonom, maka anak-anak kita tidak akan dikendalikan oleh AI. Justru menjadi pengendali AI, bukan alien yang membahayakan eksistensi manusia di masa depan,” tambahnya.

Cara guru-guru dan mahasiswa di komunitas GSM membangun kualitas diri untuk bisa beradaptasi di era ketidakpastian adalah punya mindset dan mental untuk terus-menerus mau belajar, lapar akan rasa ingin tahu tentang hal-hal baru. Termasuk literasi teknologi, tetapi juga punya sikap otonom agar tidak dikendalikan menjadi korban teknologi. Baca juga: Komunitas GSM Gelar Ngkaji Pendidikan di Surabaya

Seperti kegiatan-kegiatan GSM sebelumnya, workshop kali ini juga ramai dihadiri peserta. Total ada lebih dari 750 guru juga orang tua dari lintas jenjang PAUD-TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga Madrasah, dan dari Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi, hingga Pangandaran dan Jepara. Bukan hanya guru, ada anak muda yang berjumlah sekitar 230 orang dari berbagai kampus di Bondowoso, Situbondo, dan Jember.

Anik Sudiartini, leader Komunitas GSM Sibon mengungkapkan GSM telah memberikan dampak nyata bagi mereka. ”Untuk itu kami ingin terus memendarkan GSM agar dampaknya lebih luas lagi dan semua punya kesempatan untuk berperan dalam gerakan perubahan ini,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Bondowoso ini.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Rekomendasi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Berita Terkini
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved