Peruri Kukuhkan Komitmen Turunkan Angka Stunting di Desa Parungmulya Karawang
Rabu, 30 Oktober 2024 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, program ini tidak hanya menyasar pada balita tetapi juga fokus pada pemberian edukasi kepada orang tua, ibu hamil, serta ibu menyusui mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang.
“Ibu memegang peranan penting dalam mendukung upaya mengatasi masalah gizi, terutama dalam hal asupan gizi keluarga, mulai dari penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan, sampai menu makanan. Ibu yang memiliki status gizi baik akan melahirkan anak yang bergizi baik. Dalam kegiatan ini, para orang tua diajarkan mengenai cara membuat menu makanan yang bergizi menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan,” ujar Penanggungjawab Program TJSL Peruri, Dawam dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan karena tidak seimbangnya asupan gizi, terganggunya kesehatan ibu hamil, dan faktor ekonomi yang berpengaruh pada kualitas ketahanan pangan. Penanganan stunting dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil, pemenuhan kadar protein sesuai dengan usia, menjaga kebersihan sanitasi, dan rutin membawa balita ke posyandu minimal 1 bulan sekali.
Baca juga: Kisah Kerajaan Tertua Tarumanegara, Ada Raja yang Berkuasa sampai 39 Tahun
Dengan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya menanggulangi stunting di Desa Parangmulya sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat di masa depan.
“Ibu memegang peranan penting dalam mendukung upaya mengatasi masalah gizi, terutama dalam hal asupan gizi keluarga, mulai dari penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan, sampai menu makanan. Ibu yang memiliki status gizi baik akan melahirkan anak yang bergizi baik. Dalam kegiatan ini, para orang tua diajarkan mengenai cara membuat menu makanan yang bergizi menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan,” ujar Penanggungjawab Program TJSL Peruri, Dawam dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan karena tidak seimbangnya asupan gizi, terganggunya kesehatan ibu hamil, dan faktor ekonomi yang berpengaruh pada kualitas ketahanan pangan. Penanganan stunting dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil, pemenuhan kadar protein sesuai dengan usia, menjaga kebersihan sanitasi, dan rutin membawa balita ke posyandu minimal 1 bulan sekali.
Baca juga: Kisah Kerajaan Tertua Tarumanegara, Ada Raja yang Berkuasa sampai 39 Tahun
Dengan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya menanggulangi stunting di Desa Parangmulya sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat di masa depan.
(kri)
Lihat Juga :