Pimpin Apel Hari Santri 2024, Pj Gubernur Jatim Harap Santri Jadi Generasi Multitalenta
Selasa, 22 Oktober 2024 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Sejak Resolusi Jihad dimaklumatkan, para santri dan masyarakat umum terbakar semangatnya untuk terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka terus melakukan perlawanan kepada penjajah tanpa rasa takut. Hingga akhirnya, pecah puncak perlawanan masyarakat Indonesia pada tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan.
Peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa 10 November 1945. Tanpa adanya peristiwa Resolusi Jihad, belum tentu terjadi peristiwa 10 November.
Ke depannya, Pj Gubernur Adhy menyebut santri harus mampu melihat isu-isu strategis di pesantren yang ada, salah satunya adalah masih ada tindak kekerasan atau bullying, baik oleh pengasuh maupun oleh kakak tingkat.
"Ini semestinya tidak boleh terjadi dan kita terus melakukan sosialisasi bahwa mereka adalah sama. Lembaga pendidikan di pesantren harus sama formal, baik kode etik, aturan maupun juga penerimaan," tuturnya.
"Santri bukan hanya menyantri, mereka juga adalah seorang siswa sehingga mereka punya hak memperoleh pendidikan, perlakuan yang adil untuk menyongsong masa depannya jadi lebih baik," imbuhnya.
Oleh karena itu, Pj Gubernur Adhy menegaskan, masa depan Indonesia ada di pundak para santri. Diharapkan, Hari Santri 2024 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, khususnya para santri dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa.
Di sisi lain, peringatan Hari Santri di Jawa Timur digelar secara khidmad dan diikuti oleh ratusan santri yang mewakili dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Jatim untuk mengikuti apel Hari Santri di Gedung Negara Grahadi.
Peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa 10 November 1945. Tanpa adanya peristiwa Resolusi Jihad, belum tentu terjadi peristiwa 10 November.
Ke depannya, Pj Gubernur Adhy menyebut santri harus mampu melihat isu-isu strategis di pesantren yang ada, salah satunya adalah masih ada tindak kekerasan atau bullying, baik oleh pengasuh maupun oleh kakak tingkat.
"Ini semestinya tidak boleh terjadi dan kita terus melakukan sosialisasi bahwa mereka adalah sama. Lembaga pendidikan di pesantren harus sama formal, baik kode etik, aturan maupun juga penerimaan," tuturnya.
"Santri bukan hanya menyantri, mereka juga adalah seorang siswa sehingga mereka punya hak memperoleh pendidikan, perlakuan yang adil untuk menyongsong masa depannya jadi lebih baik," imbuhnya.
Oleh karena itu, Pj Gubernur Adhy menegaskan, masa depan Indonesia ada di pundak para santri. Diharapkan, Hari Santri 2024 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, khususnya para santri dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa.
Di sisi lain, peringatan Hari Santri di Jawa Timur digelar secara khidmad dan diikuti oleh ratusan santri yang mewakili dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Jatim untuk mengikuti apel Hari Santri di Gedung Negara Grahadi.
Lihat Juga :