KND Dorong Mahasiswa dan Pelajar Jadi Agen Pengkikis Stigma Disabilitas
Kamis, 17 Oktober 2024 - 18:07 WIB
loading...
Komisi Nasional Disabiltas (KND) mengharapkan mahasiswa dan pelajar menjadi agen perubah perspektif dan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Disabiltas (KND) mengharapkan mahasiswa dan pelajar menjadi agen perubah perspektif dan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas . Hal itu merupakan bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para difabel.
Hal itu diungkapkan Komisioner KND, Kikin Tarigan saat menjadi pemateri dalam seminar inklusi bertajuk “Kesetaraan Hak dan Keselamatan Penyandang Disabilitas di UTA’45 Jakarta, yang diikuti 150 mahasiswa dan pelajar 10 sekolah di Jakarta Utara, Rabu, 16 Oktober 2024.
“Tentu saja anak muda, bisa pelajar, mahasiswa, dan lainnya, mereka sangat melek dengan informasi, baik dari media sosial atau yang lain. Penting (menjadikan mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan stigma negatif), pertama jika mereka adalah penyandang disabilitas, mereka harus afirmasi dirinya sendiri supaya setara dengan teman – teman yang bukan disabilitas,” kata Kikin di lokasi.
Baca juga: Relawan Disabilitas Deklarasi Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta
Cara itu bisa memberikan penghormatan, perlindungan kepada teman-teman yang disabilitas. Dengan demikian, kelompok muda ini kelompok terpelajar, melek informasi, melek teknologi sehingga menjadi agen kekuatan teman disabilitas.
“Masalah disabilitas tidak hanya bisa diselesaikan oleh dunia disabilitas itu sendiri. Temen-temen muda juga bisa mendorong pemerintah daerah, kementerian, lembaga untuk lebih peduli kepada penyandang disabilitas,” tambahnya sembari mengapresiasi seminar hasil kolaborasi Jurnalis Kreatif bersama lembaga kajian publik IDP-LP dan Prodi Administrasi Publik UTA’45 Jakarta tersebut.
Baca juga: Program Baru Perindo Disambut Sekolah Disabilitas Bogor Raya: Menyentuh Anak Kami
Hal itu diungkapkan Komisioner KND, Kikin Tarigan saat menjadi pemateri dalam seminar inklusi bertajuk “Kesetaraan Hak dan Keselamatan Penyandang Disabilitas di UTA’45 Jakarta, yang diikuti 150 mahasiswa dan pelajar 10 sekolah di Jakarta Utara, Rabu, 16 Oktober 2024.
“Tentu saja anak muda, bisa pelajar, mahasiswa, dan lainnya, mereka sangat melek dengan informasi, baik dari media sosial atau yang lain. Penting (menjadikan mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan stigma negatif), pertama jika mereka adalah penyandang disabilitas, mereka harus afirmasi dirinya sendiri supaya setara dengan teman – teman yang bukan disabilitas,” kata Kikin di lokasi.
Baca juga: Relawan Disabilitas Deklarasi Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta
Cara itu bisa memberikan penghormatan, perlindungan kepada teman-teman yang disabilitas. Dengan demikian, kelompok muda ini kelompok terpelajar, melek informasi, melek teknologi sehingga menjadi agen kekuatan teman disabilitas.
“Masalah disabilitas tidak hanya bisa diselesaikan oleh dunia disabilitas itu sendiri. Temen-temen muda juga bisa mendorong pemerintah daerah, kementerian, lembaga untuk lebih peduli kepada penyandang disabilitas,” tambahnya sembari mengapresiasi seminar hasil kolaborasi Jurnalis Kreatif bersama lembaga kajian publik IDP-LP dan Prodi Administrasi Publik UTA’45 Jakarta tersebut.
Baca juga: Program Baru Perindo Disambut Sekolah Disabilitas Bogor Raya: Menyentuh Anak Kami
Lihat Juga :