Kisah Jaka Tingkir Naik Rakit Buaya dan Menaklukkan Banteng hingga Jadi Raja Pajang

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 06:21 WIB
loading...
Kisah Jaka Tingkir Naik...
Jaka Tingkir dikenal sakti mandraguna, di antaranya naik rakit buaya hingga mengantarkannya menjadi penguasa Kerajaan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya. Foto/Ilustrasi/embara lensa
A A A
SOSOK Jaka Tingkir dikenal memiliki ilmu kanugaran yang hebat dan sakti mandraguna hingga mengantarkannya menjadi penguasa Kerajaan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya.

Jaka Tingkir konon lahir di daerah Pengging dengan sang ayah bernama Kebo Kenanga alias Andayaningrat. Saat mulai dewasa, Jaka Tingkir konon pernah belajar pada Kiai Ageng Sela.

Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh

Selanjutnya berguru dengan seorang tokoh keramat Mataram, yakni Sunan Kalijaga yang menasihatinya agar bekerja pada Sultan Demak.

Jaka Tingkir pun patuh mengikuti nasehat Sunan Kalijaga.

Dalam buku "Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung" karya De Graaf disebutkan bagaimana akhirnya Jaka Tingkir muda melamar sebagai tamtama, pengawal pribadi di Kerajaan Demak.

Keberhasilannya melompati kolam masjid dengan lompatan ke belakang membuatnya diterima.

Baca juga: Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak

Hal ini dilakukannya tanpa sengaja, karena tiba-tiba ia harus menghindari Sultan dan para pengiringnya. Ilmu kanugaran dan fisiknya yang mempuni itulah yang memperlihatkan bahwa dialah orang yang tepat, dan ia pun dijadikan kepala pada satuan itu.



Beberapa waktu kemudian satuan ini perlu diperbesar. Karenanya, Jaka Tingkir kembali diuji, yaitu menghancurkan kepala banteng dengan tangan telanjang, melainkan diuji kekebalannya yang disetujui pula oleh yang bersangkutan.

Maka Jaka Tingkir meminta, agar ia memerlukan tusuk konde saja untuk menghancurkan kepala banteng itu. Benar saja, cukup dengan sebuah tusuk konde belaka bagi Jaka Tingkir untuk menembus jantungnya.

Alangkah hebat kesaktiannya. Tetapi seketika itu juga hal ini mengakibatkan ia dipecat dan dibuang, betapapun kepergiannya itu menimbulkan rasa sedih yang mendalam pada kawan-kawannya.

Dengan rasa putus asa Jaka Tingkir pulang kembali, dan berniat untuk mati saja. Pada perjalanan pulangnya ketika keputusasaan Jaka Tingkir bertemu dua pertapa yakni Kiai Ageng Butuh dan Ki Ageng Ngerang.

Keduanya tidak hanya memberi pelajaran, tetapi juga memberi semangat kepadanya.

Ketika Jaka Tingkir berziarah pada malam hari di makam ayahnya di Pengging, terdengarlah suara yang menyuruhnya pergi ke tokoh-tokoh keramat lain, antara lain Kiai Buyut dari Banyubiru, yang selanjutnya menjadi gurunya.

Kedua kiai ini memberikan kepadanya azimat, agar ia mendapat perkenan kembali dari Sultan Demak. Perjalanannya kembali ke Demak dilakukannya menyusuri sungai dengan rakit yang didorong 40 ekor buaya.

Setibanya kembali di Demak, Jaka Tingkir menerapkan azimat yang dipelajarinya itu. Alhasil seekor kerbau liar dibuatnya menjadi gila.

Sehingga selama tiga hari tiga malam para tamtama pun menghancurkan kepalanya, dan bahkan dengan malu terpaksa mengaku kalah.

Hanya Jaka Tingkir-lah yang berhasil membunuh kerbau itu, yakni hanya dengan mengeluarkan azimat yang telah dimasukkan ke dalam mulut hewan itu. Setelah itu la mendapatkan kembali kedudukannya di Demak.

Beberapa waktu kemudian ia kawin dengan putri kelima Raja, dan menjadi Bupati Pajang dengan daerah seluas 4.000 bau.

Tiap tahun ia harus menghadap ke Demak, dan negerinya berkembang dengan baik sekali dan di sana ia membangun sebuah istana. Itulah pengalaman Jaka Tingkir sebelum Sultan Trenggana wafat pada 1546, sebagaimana dikisahkan Babad Tanah Djawi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025
Rektor UBK Dapat Gelar...
Rektor UBK Dapat Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Mas Suryo dari Keraton Demak
Temuan Palu Thor Diklaim...
Temuan Palu Thor Diklaim Ilmuwan sebagai Jimat Sakti Bangsa Viking
Rekomendasi
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved