Cengkeh Hutan Jadi Komoditas Andalan Masyarakat Amalatu Maluku

Rabu, 09 Oktober 2024 - 07:57 WIB
loading...
Cengkeh Hutan Jadi Komoditas...
Tanaman cengkih hutan atau Cengke Utang menjadi produk unggulan dari masyarakat Kecamatan Amalatu, Seram Bagian Barat, Maluku. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
SERAM BAGIAN BARAT - Tanaman cengkih hutan atau lebih dikenal dengan cengke utang menjadi produk unggulan dari masyarakat Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Namun sayangnya, potensi cengke utang belum tergarap secara optimal karena masih dikelola secara konvensional dengan skala kecil.

Baca juga: Banjir Melanda Seram Bagian Barat, 1.938 Jiwa Terdampak

“Cengke utang merupakan komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Amalatu. Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangannya, mulai dari peningkatan skala pembibitan hingga penyediaan teknologi pasca panen yang lebih efisien,” ujar Fasilitator Kecamatan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Erna Wailissa di Amalatu, Selasa (8/10/2024).

Dia menjelaskan berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh tim fasilitator, pada tahun 2024 Amalatu tercatat memproduksi hingga 85 ton cengke utang kering, dengan nilai transaksi mencapai Rp7 miliar.



Desa-desa seperti Hualoy, Latu, dan Tomalehu menjadi pusat produksi utama komoditas ini. “Meskipun budidaya cengke utang masih bersifat tradisional namun potensi sangat besar jika jika didukung oleh pendekatan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” katanya.

Erna mengungkapkan salah satu keunggulan utama cengke utang adalah usia panennya yang relatif lebih singkat dibandingkan jenis cengkih lain, yaitu sekitar 4-5 tahun sejak masa tanam.

Baca juga: Kisah Asal-usul Demak, Lahan Rawa yang Diubah Raden Patah Jadi Kerajaan

Selain itu, cengke utang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan bisa tumbuh subur di lahan-lahan pekarangan rumah serta dataran rendah.

“Dari segi produktivitas, varietas ini menghasilkan buah lebih banyak dibandingkan dengan cengkih tuni, yang umumnya tumbuh di wilayah pegunungan,” katanya.

Lebih jauh Erna mengatakan pengembangan cengke utang di Seram Bagian Barat menghadapi dua tantangan besar.

Pertama proses pengeringan pasca panen masih menjadi tantangan utama bagi para petani. Biji cengke utang yang berukuran lebih besar dan mengandung kadar air tinggi memerlukan waktu pengeringan lebih dari 7 hari, terutama jika masih menggunakan metode tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari.

“Program ini berkomitmen membantu para petani dengan menyediakan teknologi pasca panen yang lebih efisien. Salah satu solusi yang direncanakan adalah memperkenalkan teknologi pengeringan buatan yang dapat menjaga kualitas biji cengkih meskipun cuaca tidak mendukung,” katanya.

Tantangan kedua, kata Erna pada ketersediaan bibit dan model pemasaran. Menurutnya bibit cengkeh utang relatif terbatas untuk dibanding luasan lahan pertanian yang ada.

“Pengembangan cengke utang bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, Program ini hadir untuk memberikan pendampingan dari segi teknik budidaya, pemanfaatan teknologi, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Tingkatkan Pendapatan...
Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lombok dan Bandung, Astra Bersama Kampus Kembangkan Potensi Lokal
Gempa M5,2 Guncang Maluku...
Gempa M5,2 Guncang Maluku Sore Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,1 Guncang Timur...
Gempa M5,1 Guncang Timur Laut Maluku
DPRD Maluku Minta Warga...
DPRD Maluku Minta Warga Kota Tual Jaga Kondusivitas Usai Bentrokan di Fidatan
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
TikTok Shop by Tokopedia...
TikTok Shop by Tokopedia Dorong 35 Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara
Kuasa Hukum PPP Maluku...
Kuasa Hukum PPP Maluku Anggap Tim Sengketa Internal DPP Tak Punya Legitimasi Hukum
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved