Kisah Mpu Nambi, Patih Majapahit Pertama Korban Hasutan Busuk Sengkuni Mahapati
Senin, 23 September 2024 - 08:00 WIB
loading...
Mahapati adalah sosok misterius dalam sejarah Kerajaan Majapahit dikenal sebagai tokoh yang menyebabkan ketidakstabilan di kerajaan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MAHAPATIH Majapahit pertama dijabat oleh Mpu Nambi . Sosok Mpu Nambi pula yang merupakan kawan dekat dari Raden Wijaya, yang telah menjabat sejak Wangsa Rajasa. Ketika raja kedua Majapahit Jayanagara bertahta Mpu Nambi masih berkuasa sebagai mahapatih.
Tetapi hubungan kedua pejabat utama Majapahit ini tidak pernah akur. Saling curiga selalu mewarnai hubungan antara Jayanagara dengan Mpu Nambi. Apalagi saat itu Jayanagara memang masih cukup stabil emosinya, karena naik tahta sebagai raja dalam usia yang muda.
Baca juga: Kecerdikan Gajah Mada Taklukkan Kerajaan Bali dengan Jurus Aturan Dharma Ksatria
Raja Majapahit kedua yang bergelar Sri Sundarapadnyadewadhiswarana Maharajabhiseka Wikramatunggadewa ini naik tahta di usai kurang lebih 15 tahun. Di usia tersebut tentulah secara kejiwaan dan emosional masih belum memiliki emosi yang matang dan tidak terkontrol.
Dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru", semasa Jayanagara berthada muncul pertentangan antara Wangsa Rajasa dari trah Raden Wijaya, dengan pendukung setia Jayanagara. Alhasil di internal istana kerajaan muncul konflik yang tak terelakkan.
Suasana ketidaknyamanan antara raja dan patihnya dan di antara keduanya memang mempunyai hubungan yang kurang baik. Saat itu memang Jayanagara muncul sebagai pewaris tahta dari Wangsa Sinelir.
Sementara Mpu Nambi merupakan kubu yang pendukung Wangsa Rajasa, beranggapan bahwa Gayatri putri keempat Kertanegara yang seharusnya menjadi raja Majapahit.
Tetapi hubungan kedua pejabat utama Majapahit ini tidak pernah akur. Saling curiga selalu mewarnai hubungan antara Jayanagara dengan Mpu Nambi. Apalagi saat itu Jayanagara memang masih cukup stabil emosinya, karena naik tahta sebagai raja dalam usia yang muda.
Baca juga: Kecerdikan Gajah Mada Taklukkan Kerajaan Bali dengan Jurus Aturan Dharma Ksatria
Raja Majapahit kedua yang bergelar Sri Sundarapadnyadewadhiswarana Maharajabhiseka Wikramatunggadewa ini naik tahta di usai kurang lebih 15 tahun. Di usia tersebut tentulah secara kejiwaan dan emosional masih belum memiliki emosi yang matang dan tidak terkontrol.
Dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru", semasa Jayanagara berthada muncul pertentangan antara Wangsa Rajasa dari trah Raden Wijaya, dengan pendukung setia Jayanagara. Alhasil di internal istana kerajaan muncul konflik yang tak terelakkan.
Suasana ketidaknyamanan antara raja dan patihnya dan di antara keduanya memang mempunyai hubungan yang kurang baik. Saat itu memang Jayanagara muncul sebagai pewaris tahta dari Wangsa Sinelir.
Sementara Mpu Nambi merupakan kubu yang pendukung Wangsa Rajasa, beranggapan bahwa Gayatri putri keempat Kertanegara yang seharusnya menjadi raja Majapahit.
Lihat Juga :