Silaturahmi dengan Muslimat NU, Ridwan Kamil Ungkap Wasiat Kakek dan Pesan Ibundanya
Sabtu, 21 September 2024 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Hingga saat ini, pesantren-pesantren itu masih eksis melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia. Suami Atalia Praratya itu menceritakan, dari kakeknya dia mendapat wasiat yang sampai hari ini masih dipegang kuat.
“Saya cucu ke-50, dan wasiatnya ada dua, Bu. Bela negara dan jaga agama. Itulah kenapa saat saya menjabat sebagai wali kota dan gubernur, dakwah Islam saya lakukan,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.
Selain wasiat dari kakeknya, Kang Emil juga dibekali pesan dari Ibunda tercinta. Pesan tersebut selalu dia bawa sepanjang perjalanan hidupnya. Di antara pesan tersebut, lanjut Kang Emil, ibunya selalu mengingatkan agar meniatkan ibadah dalam setiap amanah yang dia dapatkan. Selain itu, ibunya tidak pernah lupa menyampaikan bahwa semua hal terjadi atas kehendak Allah SWT.
“Nasihatnya tiga, anakku kalau jadi pemimpin ingat-ingat nasihat ini. Satu niatkan ibadah, maka jadi apa pun, saya niatnya ibadah. Yang kedua, kata Ibu saya, ingat Allah beri kekuasaan kalau Allah kehendaki, Allah cabut kekuasaan kalau Allah kehendaki. Nasihat ketiga ibu saya adalah, anakku buat apa jadi pemimpin kalau tidak ada manfaat buat rakyatnya,” ungkap dia.
Wasiat dari kakek dan pesan dari ibu, diteruskan oleh Ridwan Kamil dengan melahirkan program keumatan, baik saat bertugas sebagai gubernur Jawa Barat maupun wali kota Bandung, di antaranya program satu desa satu hafiz.
“Saya cucu ke-50, dan wasiatnya ada dua, Bu. Bela negara dan jaga agama. Itulah kenapa saat saya menjabat sebagai wali kota dan gubernur, dakwah Islam saya lakukan,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.
Selain wasiat dari kakeknya, Kang Emil juga dibekali pesan dari Ibunda tercinta. Pesan tersebut selalu dia bawa sepanjang perjalanan hidupnya. Di antara pesan tersebut, lanjut Kang Emil, ibunya selalu mengingatkan agar meniatkan ibadah dalam setiap amanah yang dia dapatkan. Selain itu, ibunya tidak pernah lupa menyampaikan bahwa semua hal terjadi atas kehendak Allah SWT.
“Nasihatnya tiga, anakku kalau jadi pemimpin ingat-ingat nasihat ini. Satu niatkan ibadah, maka jadi apa pun, saya niatnya ibadah. Yang kedua, kata Ibu saya, ingat Allah beri kekuasaan kalau Allah kehendaki, Allah cabut kekuasaan kalau Allah kehendaki. Nasihat ketiga ibu saya adalah, anakku buat apa jadi pemimpin kalau tidak ada manfaat buat rakyatnya,” ungkap dia.
Wasiat dari kakek dan pesan dari ibu, diteruskan oleh Ridwan Kamil dengan melahirkan program keumatan, baik saat bertugas sebagai gubernur Jawa Barat maupun wali kota Bandung, di antaranya program satu desa satu hafiz.
Lihat Juga :