Kisah Sri Jayanasa, Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang Membangun Taman Indah

Rabu, 18 September 2024 - 07:01 WIB
loading...
Kisah Sri Jayanasa,...
Raja yang memerintah Kerajaan Sriwijaya, Sri Jayanasa pernah memerintahkan pembangunan taman indah yang berisikan berbagai aneka ragam makhluk hidup. Foto/Disparbud Kamparkab
A A A
PADA abad 7 Masehi muncul sebuah peradaban maju sudah ada di Nusantara cikal bakal Indonesia bernama Kerajaan Sriwijaya. Di kerajaan itu pulalah berbagai inovasi bangunan menggambarkan kebesaran kerajaan diciptakan.

Sang raja Sri Jayanasa, konon memerintahkan pembangunan taman indah yang berisikan berbagai aneka ragam makhluk hidup.

Baca juga: 5 Prasasti Kutukan yang Berasal dari Kerajaan Sriwijaya

Hal ini tergambar oleh prasasti peninggalan Sri Jayanasa, yang konon menjadi pendiri Kerajaan Sriwijaya juga tentang bagaimana kebesaran Sriwijaya di masanya itu.

Prasasti Talang Tuwo salah satu dari peninggalan Sri Jayanasa. Prasasti itu menurut Bosch berangka tahun 606 Saka atau 684 Masehi.

Sebagaimana yang dikisahkan George Coedes pada bukunya "Kedatuan Sriwijaya" Prasasti Talang Tuwo berisikan pembangunan sebuah taman oleh Sri Jayanasa.

Taman ini konon berisi semau makhluk hidup, hewan, dan tumbuhan. Serangkaian petunjuk moral ditujukan kepada mereka yang beriman, dan jika diikuti, mereka patut memperoleh kebahagiaan-kebahagiaan Buddhis, yang paling luhur sampai dengan penerangan yang, sempurna.

Baca juga: Misteri Bilik Gundik Perempuan dalam Kapal Kerajaan Sriwijaya

Pada Prasasti Talang Tuwo disebutkan pada tahun 606 Saka, hari kedua paruh terang bulan Caitra, pada saat itulah Sri Baginda Sri Jayanasa, membuat taman yang ditanami oleh pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan, bermacam-macam pohon. Konon buahnya dapat dimakan, demikian pula bambu haur, valuh, dan pattum, dan sebagainya.

Taman ini konon juga dilengkapi dengan kolam - kolam dan bendungan - bendungan yang bagus. Pembangunan taman ini sebagaimana tercantum pada Prasasti Talang Tuwo dipergunakan untuk kebaikan semua makhluk dan memberikan kebahagiaan.

Pada prasasti ini juga diharapkan taman ini mampu menjadi oase dan menjadi berlebih panennya. Sri Jayanasa berharap bangunan yang dibangunnya bisa bisa juga menjadi sumber ternak warga kala itu.

"Dan juga semoga semua hamba mereka setia pada mereka dan berbakti. Lagi pula semoga teman-teman mereka tidak mengkhianati mereka, dan semoga istri mereka bagi mereka istri yang setia" begitulah terjemahan dari catatan Van Ronkel, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Prasasti itu juga menaruh harapan agar di tempat itu tidak ada pencurian, atau orang yang melakukan pembunuhan, kekerasan, hingga melakukan perbuat zina. Di akhir dari ungkapan di prasasti itu terbentang doa pengharapan yang hampir sama dirumuskan Bodhicaryavatara.

Van Ronkel bahkan menyebut ada permintaan kepada para penganut, dan sebagainya uraian peraturan moral itu dinamakan pranidhana. Sebenarnya dalam kosakata teknik agama Buddha, dengan pranidhana dimaksudkan sesuatu yang khas, yang tidak sesuai dengan apa yang disimpulkan oleh Van Ronkel dari teks prasasti.

Pada tafsiran lain pranidhana dalam kandungan Prasasti Talang Tuwo disebutkan janji awal dari seorang calon yang mencapai bodhi, artinya saat itu ia memulai kariernya sebagai Bodhisattva.

Setiap Bodhisattva dianggap mempunyai pranidhana-nya sendiri, agar dapat ikut serta dalam amal untuk keselamatan semesta. Bayangan jasadnya boleh lenyap bersamaan waktu dengan akhir karmanya, tetapi pranidhana-nya hidup terus dalam kulit yang baru.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Kepala Daerah Perhatikan Situs-situs Bersejarah Nasional
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
7 Mahkota Termahal Kerajaan...
7 Mahkota Termahal Kerajaan Inggris, Ada yang Dilapisi 2.868 Berlian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved