Ayah Pelaku Bullying di SMA Binus Simprug Ketua Partai, Korban: Bapaknya Berinisial A dan Anaknya M
Selasa, 17 September 2024 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Sambil menahan tangis, RE mengaku sudah mencoba memperkenalkan diri dan bergaul dengan terduga pelaku bullying SMA Binus School. Namun, upayanya sia-sia. Terduga pelaku perundungan SMA Binus School masih mem-bully dirinya.
"Mereka mengatakan kepada saya, 'Lu jangan macam-macam sama kita. Lu mau nyaman sekolah di sini, lu mau bisa kita tidak bully di sini. Lu harus bisa ngelayanin kita semua. Lu tau gak bapak kita siapa? Dia bapaknya ketua partai. Bapak dia DPR. Bapak dia MK.' Lalu, sahabat dari ketua geng ini mengakui, 'Lu jangan macem-macem. Bapak gue ketua partai sekarang.' Bapak yang berinisial A. Anak yang berinisial M mengaku dan mengatakan itu kepada saya," ungkap RE.
Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman selaku pimpinan rapat bertanya peran anak dari bapak ketua partai itu. RE menjelaskan bahwa sang anak dari ayah pimpinan partai ini kerap mengintimidasi secara verbal.
"Bapak yang berinisial A dan anak yang berinisial M, dia tidak pernah memukul saya. Tapi, dia selalu bersekongkol dengan gengnya, selalu mem-bully saya secara verbal. Selalu menghancurkan mental saya," kata RE.
"Mereka mengatakan kepada saya, 'Lu jangan macam-macam sama kita. Lu mau nyaman sekolah di sini, lu mau bisa kita tidak bully di sini. Lu harus bisa ngelayanin kita semua. Lu tau gak bapak kita siapa? Dia bapaknya ketua partai. Bapak dia DPR. Bapak dia MK.' Lalu, sahabat dari ketua geng ini mengakui, 'Lu jangan macem-macem. Bapak gue ketua partai sekarang.' Bapak yang berinisial A. Anak yang berinisial M mengaku dan mengatakan itu kepada saya," ungkap RE.
Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman selaku pimpinan rapat bertanya peran anak dari bapak ketua partai itu. RE menjelaskan bahwa sang anak dari ayah pimpinan partai ini kerap mengintimidasi secara verbal.
"Bapak yang berinisial A dan anak yang berinisial M, dia tidak pernah memukul saya. Tapi, dia selalu bersekongkol dengan gengnya, selalu mem-bully saya secara verbal. Selalu menghancurkan mental saya," kata RE.
(jon)
Lihat Juga :