Armada Minim dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Pasar Comboran Malang
Jum'at, 13 September 2024 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
"Tadi sempat tersengat listrik tapi nggak apa-apa, hanya petugas saya kaget saja. (Titik kebakaran) Awal di lantai dua, tapi nggak turun langsung ke bawah melainkan ke atas, karena hembusan angin begitu cepat," terang dia.
Anang menyebutkan seharusnya proses pemadaman api di bangunan tinggi menggunakan armada Damkar Bronto skylift yang memiliki ketinggian lebih dari 10 meter. Tapi sayang armada Damkar Kota Malang tidak memiliki itu.
"Sehingga kita juga membutuhkan waktu untuk naik, karena kita enggak didukung unit Bronto, kita (pemadaman) manual, jadi kita harus ambil selang air, ini membutuhkan waktu," jelasnya.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danpussenarmed yang Dimutasi Jadi Pangdam XV/Pattimura
Terlihat hingga pukul 20.52 WIB, puluhan petugas Damkar masih berupaya memadamkan api. Titik api dari luar bangunan memang sudah tampak padam. Tapi kepulan asap dari area dalam terutama di lantai satu atau lantai dasar masih terlihat.
Anang menyebutkan seharusnya proses pemadaman api di bangunan tinggi menggunakan armada Damkar Bronto skylift yang memiliki ketinggian lebih dari 10 meter. Tapi sayang armada Damkar Kota Malang tidak memiliki itu.
"Sehingga kita juga membutuhkan waktu untuk naik, karena kita enggak didukung unit Bronto, kita (pemadaman) manual, jadi kita harus ambil selang air, ini membutuhkan waktu," jelasnya.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danpussenarmed yang Dimutasi Jadi Pangdam XV/Pattimura
Terlihat hingga pukul 20.52 WIB, puluhan petugas Damkar masih berupaya memadamkan api. Titik api dari luar bangunan memang sudah tampak padam. Tapi kepulan asap dari area dalam terutama di lantai satu atau lantai dasar masih terlihat.
(kri)
Lihat Juga :