Ada Gerakan Tolak Ridwan Kamil di Jakarta, Jusuf Kalla: Itu Biasa Saja
Selasa, 10 September 2024 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, salah satu penolakan terjadi saat RK bersilaturahmi ke Kantor Badan Musyawarah atau Bamus Betawi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2024). Beberapa anggota ormas setempat sempat ribut saat Ridwan Kamil datang.
Selain ditolak anggota ormas, penolakan terhadap RK-Suswono juga datang dari The Jakmania. Eks Gubernur Jawa Barat itu sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang kerap menunjukkan dukungannya kepada Persib Bandung, terlebih saat dirinya masih menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat.
Penolakan pencalonan Ridwan Kamil semakin menguat setelah beberapa anggota komunitas suporter tersebut membuat poster yang bertuliskan, "Emang Lu Rela Jakarta Dipimpin Bobotoh?" Selain itu, mereka juga membuat poster lain yang bertulis 'Jakarta Boikot Ridwan Kamil'.
Baca juga: Batal Jadi Ketua Timses Ridwan Kamil-Suswono, Sahroni: Ada Penugasan Lain
Poster tersebut kemudian disebarkan di area Jakarta International Stadium (JIS) yang mana menjadi simbol ketidaksetujuan mereka terhadap kemungkinan Ridwan Kamil memimpin kota metropolitan ini, yang selama ini menjadi markas besar Persija Jakarta.
Selain ditolak anggota ormas, penolakan terhadap RK-Suswono juga datang dari The Jakmania. Eks Gubernur Jawa Barat itu sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang kerap menunjukkan dukungannya kepada Persib Bandung, terlebih saat dirinya masih menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat.
Penolakan pencalonan Ridwan Kamil semakin menguat setelah beberapa anggota komunitas suporter tersebut membuat poster yang bertuliskan, "Emang Lu Rela Jakarta Dipimpin Bobotoh?" Selain itu, mereka juga membuat poster lain yang bertulis 'Jakarta Boikot Ridwan Kamil'.
Baca juga: Batal Jadi Ketua Timses Ridwan Kamil-Suswono, Sahroni: Ada Penugasan Lain
Poster tersebut kemudian disebarkan di area Jakarta International Stadium (JIS) yang mana menjadi simbol ketidaksetujuan mereka terhadap kemungkinan Ridwan Kamil memimpin kota metropolitan ini, yang selama ini menjadi markas besar Persija Jakarta.
(abd)