Wacana Tarif KRL Naik Berbasis NIK, Ini 3 Hal yang Harusnya Diperbaiki Lebih Dulu oleh KAI Commuter

Jum'at, 30 Agustus 2024 - 23:58 WIB
loading...
Wacana Tarif KRL Naik...
Ramai dibahas soal tarif KRL Commuter Line naik dengan cara menentukan besaran subsidi berbasis NIK pada tahun 2025. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ramai dibahas soal tarif KRL Commuter Line naik dengan cara menentukan besaran subsidi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada tahun 2025. Wacana tersebut mendapat beragam kritikan dari sebagian masyarakat yang telah menjadi penggunanya.

Menanggapi itu, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) buka suara. DJKA menyebut rencana penerapan tarif KRL subsidi berbasis NIK dilakukan dengan harapan pemberian subsidi tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan.

Baca juga: Agar Tepat Sasaran, DJKA Ungkap Kabar Terbaru Subsidi KRL Berbasis NIK

Meski baru sebatas wacana, rencana kenaikan tarif KRL berdasar NIK telah menjadi perhatian warganet. Pengguna KRL mengatakan, seharusnya KAI Commuter memperhatikan beberapa hal lain terlebih dahulu daripada memutuskan menaikkan tarif KRL berbasis NIK.

Hal yang Perlu Diperbaiki oleh KAI Commuter di Tengah Wacana Kenaikan Tarif KRL

1. Fasilitas Diperbaiki

Fasilitas menjadi salah satu penunjang kenyamanan pengguna dalam hal apa pun. Hal ini juga berlaku untuk KRL.

Terlepas dari keputusan kenaikan tarif, sebagian pengguna rasanya bisa menerima, tetapi dengan catatan bahwa fasilitas yang disediakan juga terus diperbaiki dan ditingkatkan. Misalnya perawatan AC hingga kebersihan toilet.

Pengguna KRL ikut menuntut bila tarif KRL nantinya benar-benar naik. Beberapa di antaranya meminta pengelola menambah tangga dan melebarkan peron di sejumlah stasiun tertentu.

2. Bangun Lift dan Eskalator untuk Semua Stasiun

Pengguna lain juga menuntut pembangunan lift dan eskalator yang layak di semua stasiun KRL. Fasilitas seperti itu nantinya memudahkan pengguna untuk berpindah peron atau akses keluar dan masuk stasiun.

Sementara itu, bagi stasiun yang sudah memiliki fasilitas tersebut, harapannya pengelola bisa ikut mengawasinya dengan baik. Jangan sampai tiba-tiba muncul gangguan atau kerusakan yang membuat kenyamanan pengguna KRL terganggu.

3. Penambahan Gerbong dan Ketepatan Waktu

Selain itu, pengguna juga menyoroti masalah gerbong dan ketetapan waktu datangnya kereta. Alasan untuk masalah pertama tentu karena pengguna KRL selama ini masih berdesak-desakan saat menggunakan moda transportasi massal tersebut.

Pada sisi lain, ada juga sebagian yang mengeluhkan jadwal KRL yang dirasa tidak tepat waktu. Beberapa perjalanan dalam waktu tertentu bisa mengalami keterlambatan dengan sejumlah alasan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KA PSO Layani 7,88 Juta...
KA PSO Layani 7,88 Juta Pelanggan, Mobilitas Terjangkau Kian Meluas
KAI Perkuat Transformasi...
KAI Perkuat Transformasi Energi Lewat Biodiesel B50
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Berita Terkini
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved