Demo Semarang Ricuh: Puluhan Demonstran Tumbang, Jurnalis Kampus Dianiaya Aparat
Selasa, 27 Agustus 2024 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa ada yang kabur ke basement termasuk sampai lantai 3 untuk menghindari efek gas air mata hingga menunggu situasi kondusif.“Dari pihak Paragon juga menahan mahasiswa untuk masuk, jadi hanya beberapa yang lolos,” sambungnya.
Baca Juga: Kisah Berani Mati Letjen (Purn) Soegito, Jenderal Kopassus Ini Minta Anak Buah Habisi Nyawanya di Palagan Timur
Sementara, RAA (20) wartawan dari salah satu pers mahasiswa kampus negeri di Kota Semarang juga mendapat kekerasan dari aparat saat meliput aksi.Saat itu mencari posisi strategis untuk mengambil foto.
Saat itu pula terjadi saling dorong dari luar gedung masuk DPRD Kota Semarang, RAA lalu hendak bergabung bersama beberapa jurnalis lain yang berada di dalam gedung.
Namun, oknum polisi diduga salah paham mengira dirinya bagian dari peserta aksi. RAA tasnya ditarik hingga terjatuh. Di situ, dia mendapati berbagai tindak kekerasan dari aparat kepolisian.
“Saya ditarik seorang polisi ke pinggir, leher dipiting terus dipukul dan ditendang berkali-kali,” kata dia sembari aksi itu berhenti setelah beberapa wartawan berteriak jika yang dipukuli itu juga wartawan.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang Aris Mulyawan mengecam tindakan represif aparat. “Kami meminta pihak polisi untuk tidak melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyuarakan kebenaran dan keadilan,” kata dia.
Baca Juga: Kisah Berani Mati Letjen (Purn) Soegito, Jenderal Kopassus Ini Minta Anak Buah Habisi Nyawanya di Palagan Timur
Sementara, RAA (20) wartawan dari salah satu pers mahasiswa kampus negeri di Kota Semarang juga mendapat kekerasan dari aparat saat meliput aksi.Saat itu mencari posisi strategis untuk mengambil foto.
Saat itu pula terjadi saling dorong dari luar gedung masuk DPRD Kota Semarang, RAA lalu hendak bergabung bersama beberapa jurnalis lain yang berada di dalam gedung.
Namun, oknum polisi diduga salah paham mengira dirinya bagian dari peserta aksi. RAA tasnya ditarik hingga terjatuh. Di situ, dia mendapati berbagai tindak kekerasan dari aparat kepolisian.
“Saya ditarik seorang polisi ke pinggir, leher dipiting terus dipukul dan ditendang berkali-kali,” kata dia sembari aksi itu berhenti setelah beberapa wartawan berteriak jika yang dipukuli itu juga wartawan.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang Aris Mulyawan mengecam tindakan represif aparat. “Kami meminta pihak polisi untuk tidak melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyuarakan kebenaran dan keadilan,” kata dia.
Lihat Juga :