alexametrics

Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat Twin Otter PK-CDC di Papua

loading...
Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat Twin Otter PK-CDC di Papua
Tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga pesawat Twin Otter PK-CDC sekaligus menentukan titik koordinat jatuhnya pesawat di Timika, Papua. Foto/iNewsTV/Chanry Andrew Suripaty
A+ A-
MIMIKA - Upaya pencarian pesawat Twin Otter PK-CDC yang hilang kontak sejak Rabu, 19 September 2019 membuahkan hasil di hari ke-5 pencarian, Minggu (22/9/2019).

Tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat sekaligus menentukan titik koordinat jatuhnya pesawat berdasarkan serpihan yang diduga kuat milik Twin Otter PK-CDC.

"Lokasi tersebut diperkirakan di koordinat 4°7'27,11"S/137°29'18,36"E. Jarak dari Timika menuju lokasi ditemukan serpihan tersebut kurang lebih 44 nautical mile," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury, saat menggelar konferensi pers usai evaluasi pencarian hari kelima, Minggu (22/9/2019).



Upaya pencarian pada pagi kemarin meski mendapat kendala cuaca berawan di lokasi yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat. (Baca juga: Pesawat Kargo Rute Timika-Ilaga Hilang Kontak di Puncak Papua)

Namun cuaca mulai membaik pada sore kemarin dan penerbangan pencarian dilanjutkan sehingga membuahkan hasil dengan penentuan titik koordinat jatuhnya pesawat sesuai serpihan atau potongan badan pesawat yang diduga kuat itu.

"Sehingga memudahkan tim mencari untuk memantau secara visual sehingga dapat menemukan tanda-tanda atau potongan-potongan yang diduga itu adalah milik dari pesawat PK-CDC," katanya.

Setelah menemukan tanda-tanda ini, besok, Senin (23/9/2019) akan dilakukan proses evakuasi, pertama-tama tim akan menerjunkan empat anggota Tim SAR untuk melakukan pengecekan pesawat, sekaligus mengumpulkan barang-barang yang diperlukan termasuk mencari para korban yang belum diketahui kondisinya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak