FTUI Latih Aparatur Kota di Bidang Kompetensi Transportasi Perkotaan
Rabu, 21 Agustus 2024 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan yang menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat diselenggarakan gratis selama satu hari di Kampus UI yang berisikan materi tentang Sistem Logistik Kota dan Sistem Transportasi Kota, baik dari perspektif kebijakan, teknis, dan komersial.
Peserta terdiri dari 12 orang yang berasal dari instansi Dinas Perhubungan beberapa provinsi/kota, serta dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Pelatihan ini juga direncanakan secara periodik dengan mengundang instansi terkait dari daerah-daerah lainnya.
"Pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan kerja dari SDM pengelola transportasi barang kota ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman SDM pengelola transportasi barang kota tentang ilmu transportasi barang dan logistik yang merupakan landasan ilmu bagi kerja mereka," ujar Mahmud.
Salah satu narasumber pelatihan bernama Nahry menjelaskan aktivitas pergerakan barang kota bertumbuh dengan pesat akibat pertumbuhan urbanisasi, bertambahnya pendapatan, dan fragmentasi dari rantai pasok Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).
Lalu, faktor globalisasi produksi dan pasar (market), pengurangan siklus hidup produk (product life cycle), berkembangnya variasi produk, pesatnya dunia digital dan berkembangnya teknologi (emerging technology), khususnya di bidang e-commerce juga memicu tekanan pada rantai pasok serta logistik di perkotaan.
Peserta terdiri dari 12 orang yang berasal dari instansi Dinas Perhubungan beberapa provinsi/kota, serta dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Pelatihan ini juga direncanakan secara periodik dengan mengundang instansi terkait dari daerah-daerah lainnya.
"Pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan kerja dari SDM pengelola transportasi barang kota ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman SDM pengelola transportasi barang kota tentang ilmu transportasi barang dan logistik yang merupakan landasan ilmu bagi kerja mereka," ujar Mahmud.
Salah satu narasumber pelatihan bernama Nahry menjelaskan aktivitas pergerakan barang kota bertumbuh dengan pesat akibat pertumbuhan urbanisasi, bertambahnya pendapatan, dan fragmentasi dari rantai pasok Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).
Lalu, faktor globalisasi produksi dan pasar (market), pengurangan siklus hidup produk (product life cycle), berkembangnya variasi produk, pesatnya dunia digital dan berkembangnya teknologi (emerging technology), khususnya di bidang e-commerce juga memicu tekanan pada rantai pasok serta logistik di perkotaan.
(cip)
Lihat Juga :