Bamsoet soal Rumarasa Nusantara: Tumbuhkan Industri Kuliner di Jakarta
Senin, 19 Agustus 2024 - 15:10 WIB
loading...
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan pandangannya soal industri kuliner di Jakarta, dengan hadirnya Restoran Rumarasa Nusantara, di Senopati. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan pandangannya soal industri kuliner di Jakarta, dengan hadirnya Restoran Rumarasa Nusantara. Restoran dengan nuansa cita rasa tradisional dipadukan dengan sajian berkelas internasional ini berlokasi di Jalan Mpu Sendok, Senopati, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan peresmian tersebut, Bambang Soesatyo yang merupakan politikus Partai Golkar ini menyampaikan apresiasi kehadiran Restoran Rumarasa Nusantara.
"Kita harapkan adanya Restoran ini ikut membantu dalam menumbuhkan industri kuliner, membuka lapangan kerja dan juga mengembangkan bisnis UMKM," kata Bamsoet dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).
Menurutnya, UMKM adalah benteng terakhir dalam menjaga kestabilan di tengah ketidakpastian global.
"Meskipun ekonomi kita tumbuh di atas 5 persen, kita tetap harus memperkuat pertahanan ekonomi kita melalui dukungan terhadap UMKM," jelasnya.
"Perbankan harus mengambil peran aktif dalam menyalurkan dana ke dunia usaha, terutama UMKM, daripada hanya fokus pada investasi dalam surat berharga," tambahnya.
Dalam kesempatan peresmian tersebut, Bambang Soesatyo yang merupakan politikus Partai Golkar ini menyampaikan apresiasi kehadiran Restoran Rumarasa Nusantara.
"Kita harapkan adanya Restoran ini ikut membantu dalam menumbuhkan industri kuliner, membuka lapangan kerja dan juga mengembangkan bisnis UMKM," kata Bamsoet dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).
Menurutnya, UMKM adalah benteng terakhir dalam menjaga kestabilan di tengah ketidakpastian global.
"Meskipun ekonomi kita tumbuh di atas 5 persen, kita tetap harus memperkuat pertahanan ekonomi kita melalui dukungan terhadap UMKM," jelasnya.
"Perbankan harus mengambil peran aktif dalam menyalurkan dana ke dunia usaha, terutama UMKM, daripada hanya fokus pada investasi dalam surat berharga," tambahnya.
Lihat Juga :