Cerita Santri Peranakan Tionghoa dan Arab Perkuat Pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa
Minggu, 18 Agustus 2024 - 07:31 WIB
loading...
Pangeran Diponegoro mendapatkan dukungan dari santri dan tokoh agama melawan Belanda. Foto/SINDOnews
A
A
A
Pangeran Diponegoro mendapatkan dukungan dari santri dan tokoh agama melawan Belanda. Kedua kelompok ini bahkan turut langsung membantu Pangeran Diponegoro berperang di Perang Jawa setelah berkumpul di Selarong.
Sekitar 200 santri gabungan baik laki-laki dan perempuan, bergabung ke pasukan Pangeran Diponegoro, pada Perang Jawa. Mereka datang dari berbagai etnis mulai dari Arab, hingga konon ada santri peranakan Tionghoa yang bergabung.
Dikutip dari buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1825" tulisan Peter Carey, selain santri pondok pesantren itu, ada beberapa santri istana. Santri istana ini yakni golongan santri istana.
Baca Juga: Kisah Kuda Kiai Pakeling Selamatkan Untung Surapati dari Tembakan Peluru Emas VOC
Mereka merupakan anggota hierarki pejabat resmi Islam dan resimen pasukan yang direkrut dari para santri keraton. Beberapa di antaranya adalah Suranatan dan Suryogomo, serta penduduk desa - desa bebas pajak di Yogyakarta dan pondok - pondok pesantren.
Sekitar 200 santri gabungan baik laki-laki dan perempuan, bergabung ke pasukan Pangeran Diponegoro, pada Perang Jawa. Mereka datang dari berbagai etnis mulai dari Arab, hingga konon ada santri peranakan Tionghoa yang bergabung.
Dikutip dari buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1825" tulisan Peter Carey, selain santri pondok pesantren itu, ada beberapa santri istana. Santri istana ini yakni golongan santri istana.
Baca Juga: Kisah Kuda Kiai Pakeling Selamatkan Untung Surapati dari Tembakan Peluru Emas VOC
Mereka merupakan anggota hierarki pejabat resmi Islam dan resimen pasukan yang direkrut dari para santri keraton. Beberapa di antaranya adalah Suranatan dan Suryogomo, serta penduduk desa - desa bebas pajak di Yogyakarta dan pondok - pondok pesantren.
Lihat Juga :