Tangkal Paham Radikal, Mahasiswa Harus Punya Sense of Crisis
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kepekaan-kepekaan ini tentunya harus dipertajam oleh para individu-individu para mahasiswa.
“Sehingga paham-paham intoleransi dan radikalisme dan sebagainya tadi tidak masuk ke lingkungan individu, kampus ataupun keluarga dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Hal tersebut sejalan dengan apa yan gsudah disampaikannya dalam menyampaikan materinya kepada para mahasiswa dengan tujuan untuk memberikan resilience atau suatu ketahanan individu kepada mahasiswa, komunitas dan juga pengenalan di lingkungan kampus.
“Hal ini dalam rangka untuk menciptakan deteksi dini, bisa mendeteksi secara dini, kemudian melakukan perlawanan, daya cegah, daya tangkal, daya lawan agar kampus ini terbebas dari paham-paham intoleransi, radikalisme apalagi juga terorisme,” ujar Roedy Widodo.
“Sehingga paham-paham intoleransi dan radikalisme dan sebagainya tadi tidak masuk ke lingkungan individu, kampus ataupun keluarga dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Hal tersebut sejalan dengan apa yan gsudah disampaikannya dalam menyampaikan materinya kepada para mahasiswa dengan tujuan untuk memberikan resilience atau suatu ketahanan individu kepada mahasiswa, komunitas dan juga pengenalan di lingkungan kampus.
“Hal ini dalam rangka untuk menciptakan deteksi dini, bisa mendeteksi secara dini, kemudian melakukan perlawanan, daya cegah, daya tangkal, daya lawan agar kampus ini terbebas dari paham-paham intoleransi, radikalisme apalagi juga terorisme,” ujar Roedy Widodo.
Lihat Juga :