Pihak RS Batara Siang Sebut Kunjungan Dokter dan Janin Meninggal Tak Berkaitan

Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:12 WIB
loading...
Pihak RS Batara Siang...
Maradatillah, memperlihatkan kondisinya saat dirawat di rumah sakit Batara Siang Pangkep, yang 10 hari pendarahan namun tidak mendapat perawatan dokter. Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A A A
PANGKEP - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang Pangkep akhirnya memberikan penjelasan terkait persoalan janin yang meninggal dalam kandungan seorang pasiennya beberapa waktu lalu. Kejadian ini sebelumnya heboh lantaran peristiwa itu diduga akibat pelayanan tak maksimal dari rumah sakit.

Direktur RSUD Batara Siang, dr Annas Ahmad menegaskan, meninggalnya janin dalam kandungan seorang pasien tak punya kaitan dengan pelayanan rumah sakit. Diketahui, selama dirawat di RSUD Batara Siang, sang pasien tak pernah dikunjungi atau diperiksa langsung oleh dokter kandungan. Pasien hanya dikontrol oleh bidan.

Baca juga: Hanya Diperiksa Bidan, Pasien RS Batara Siang Kehilangan Bayi Dalam Kandungan

Annas menyampaikan, berdasarkan audit medik yang dilakukan bersama komite medik, SMF Kebidanan dan dewan pengawas, ada dua fakta yang ditemukan. Yakni, pasien dengan kehamilan 27 minggu (immature), plasenta letak rendah dan ketuban pecah dini dan KJDR (kematian janin dalam rahim), serta dokter tidak pernah melakukan visite pasien.

"Dua fakta ini tidak memiliki hubungan sebab akibat secara medis, bahwa janin meninggal karena tidak dilihat oleh dokter, melainkan karena kondisi medik pasien itu sendiri yang sudah diberikan pertolongan sejak masuk di ruang IGD Kebidanan," terang Annas dalam rilis, Selasa (25/8/2020).

Dalam rilis itu, Annas juga menyampaikan kronologis kejadian meninggalnya janin tujuh bulan tersebut.

Berdasarkan catatan medik sang pasien bernama Mardatillah dari dokter kandungan, pada usia kehamilan 3 bulan, pasien telah mengalami abortus iminens dengan beberapa kali mengalami perdarahan kecil atau disebut plak. Dokter pun memberi obat penguat serta menyarankan istirahat karena risiko keguguran yang dapat dipicu oleh faktor kelelahan.

Baca juga: Bupati Minta Usut Kasus Bayi Meninggal Dalam Kandungan di RS Batara Siang

"Pemberian obat-obatan dan istirahat total karena janin belum dapat hidup di luar kandungan. Hari ke-7 perawatan, pasien mengalami kontraksi perut dengan denyut jantung janin melemah hingga tidak terdengar sama sekali. Kondisi ini disebut KJDR yang disebabkan oleh karena air ketuban yang berkurang, meskipun telah dilakukan tindakan pertolongan infus dan obat-obatan. Pasien akhirnya dipimpin melahirkan secara spontan," jelasnya.

Annas menambahkan, untuk fakta kedua, dokter tidak pernah mengunjungi pasien dibenarkan dalam catatan rekam medik pasien. Hal ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi pihak RSUD Batara Siang.

"Kami tindak lanjuti dengan memanggil dokter yang bersangkutan dan memberikan teguran keras kedua secara tertulis," ucapnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Pangkep, Alfian Muis meminta semua pihak untuk bijak menanggapi kejadian ini. Menurutnya, pemkab dan manajemen rumah sakit harus mengevaluasi bentuk pelayanan dalam situasi pandemi COVID-19 . Ia meminta pihak RSBS untuk tanggap menangani setiap pasien.

Baca juga: Begini Kisah Marda, Pendarahan 10 Hari Tak Ketemu Dokter di RSBS Pangkep

Menurut politikus partai Golkar ini, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

"Kita berharap ada investigasi lebih awal dari IDI sebelum induk organisasi profesi tersebut memberi sanksi. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti yang dialami oleh bu Marda," ucapnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RS Batara Siang Kini...
RS Batara Siang Kini Punya Kamar Perawatan Pasien Mata dan THT
Respons Mutasi Direktur...
Respons Mutasi Direktur RS Batara Siang, Warga Kirim Karangan Bunga
Sosialisasi Satgas Saber...
Sosialisasi Satgas Saber Pungli di RSUD Batara Siang, Ini Pesan MYL
Rekomendasi
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved