Anies Baswedan Kian Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada Jakarta

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 19:31 WIB
loading...
Anies Baswedan Kian...
Langkah Anies Baswedan untuk maju di Pilgub DKI Jakarta terancam terhenti.Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Langkah Anies Baswedan untuk maju di Pilgub DKI Jakarta terancam terhenti. Hal itu menyusul langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang cenderung bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mengalihkan dukungannya dari Anies.

“Hampir pasti pencalonan Anies di Jakarta wassalam. Itu jelas. Karena tak ada partai yang mau usung Anies,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Sabtu (10/8/2024).

Menurut Adi, ada beberapa hal yang membuat partai politik enggan mengusung mantan gubernur DKI Jakarta tersebut. Salah satunya lantaran pamornya yang sudah habis.

Baca juga: Pilkada DKI Jakarta, PKS Pilih Opsi Gabung KIM Plus Ketimbang Usung Aman

“Pamor Anies sudah hilang. Kedua, mungkin juga partai-partai menilai dukung Anies sudah tak ada gunanya lagi secara politik. Intinya anies sudah tak laku secara politik bagi partai,” ucapnya.

Tidak adanya kendaraan politik yang mengusung Anies Baswedan maka Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Ridwan Kamil (RK) berpotensi melawan kotak kosong atau calon perseorangan di Pilkada DKI Jakarta. “Lawan Kotak kosong atau calon perseorangan,” paparnya.

Baca juga: Tinggalkan Anies, PKS Tawarkan Kader Sendiri ke KIM Plus

Seperti diketahui, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyebutkan, saat ini PKS mulai menjalani opsi gabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Pilkada DKI Jakarta 2024. Saat ini, PSK pun telah melakukan komunikasi tahap awal dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Salah satu opsinya adalah kita membangun komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju. Sampai tahapan mengkaji, membahas opsi alternatif ketika pasangan AMAN ini tidak bisa berlayar karena kekurangan kursi," ujarnya.

Menurutnya, Putusan DPP PKS sebelumnya mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman (AMAN) dalam Pilkada 2024. Kerangka kerja tersebut berlangsung sejak dilakukannya deklarasi pada 25 Juni 2024 lalu dan berakhir pada 4 Agustus 2024.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Rekomendasi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved