Kisah Pujangga Mpu Prapanca dan Mpu Sutasoma Catat Sejarah Majapahit

Kamis, 08 Agustus 2024 - 06:01 WIB
loading...
Kisah Pujangga Mpu Prapanca...
Pujangga Mpu Prapanca dan Mpu Sutasoma mencatat sejarah Kerajaan Majapahit saat dipimpin Raja Hayam Wuruk. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
RAJAMajapahit Hayam Wuruk menggoreskan catatan sejarah dengan pemerintahannya mencapai puncak kejayaan. Di masa pemerintahannya itu Kerajaan Majapahit dibawa menjadi kerajaan besar yang menguasai Nusantara, hingga luar negeri.

Kegemilangannya digambarkan oleh dua pujangga yang menuliskannya ke dalam karya sastra.

Baca juga: Kisah Lawatan Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang Pandai Menari Topeng

Sosoknya ibarat jurnalis di zaman sekarang yang menggoreskan detail sejarah Majapahit. Mpu Prapanca dan Mpu Sutasoma, menjadi penggores sejarah penting bagi Kerajaan Majapahit.

Karyanya memperlihatkan dinamika dan pemujaan ke Hayam Wuruk, sang raja Majapahit.

Kitab Negarakertagama menjadi kita yang terkenal yang dikarang oleh Mpu Prapanca.

Sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada" dari Sri Wintala Achmad, Negarakertagama menjadi referensi melihat kebesaran - kebesaran Majapahit.

Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk

DKitab Negarakertagama menceritakan wilayah-wilayah kekuasaan Majapahit dan keharusan daerah kekuasaan menyetorkan upeti.

Naskah Kakawin Negarakertagama terdiri dari 98 pupuh. Pembagian pupuh-pupuh dalam tersebut terbentuk sangat rapi. Adapun isinya di setiap pupuh mengisahkan pemujaan Prapanca terhadap raja.

Prapanca memuji nenek baginda raja yang bernama Rajapatni, putri Gayatri sebagaimana dikisahkan pada Pupuh II - VI.

Putri bungsu Sri Kertanagara Raja Singasari ini bertindak sebagai penasihat utama dalam pemerintahan. Di pupuh VIII, Prapanca mengisahkan tentang memuja Sri Rajasanagara, raja Majapahit.

Tercatat hingga Pupuh XCV - XCVIII beragam kisah diceritakan Mpu Prapanca. Di mana di pupuh terakhirnya, ia mengisahkan kebosanannya tinggal di dusun dan nekat bertapa ke lereng gunung.

Menariknya naskah Kakawin Negarakertagama bersifat pujian ke raja yang disusun tidak atas perintah Raja Hayam Wuruk, baik sebagai tujuan politik pencitraan maupun legitimasi kekuasaan.

Melainkan murni kehendak Mpu Prapanca yang ingin menghaturkan bakti pada raja.

Selain Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menulis kitab Kakawin Niratha Prakretha. Kitab ini terdiri dari 13 pupuh.

Pada kitab Niratha Prakretha, Prapanca menuangkan karyanya dengan bahasa indah memikat, karya tersebut mengandung ajaran-ajaran kearifan yang bersifat transendental. Ajaran bagi seluruh manusia yang ingin mencapai pembebasan neraka, dan mencapai nirwana.

Sedangkan, satu sastrawan lainnya yakni Mpu Tantular, yang menggambarkan agama dan pemujaan ke sang raja. Kitab Sutasoma menjadi karya Tantular semasa kejayaan Majapahit kekuasaan Hayam Wuruk. Tidak diketahui pasti kapan naskah tersebut diubah.

Para sejarawan memperkirakan bahwa naskah Kakawin Sutasoma ditulis pada 1365 - 1389. Selain menulis Kakawin Sutasoma, Mpu Tantular juga menulis Kakawin Arjunawijaya. Kedua naskah tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang sangat mirip.

Naskah tersebut berisi calon Buddha Bodhisattva dilahirkan kembali sebagai Sutasoma, putra Mahaketu raja Hastinapura. Sementara itu, kitab Kakawin Arjunawijaya ditulis Mpu Tantular sekitar tahun 1379 Masehi.

Adapun kitab Kakawin Arjunawijaya mengisahkan tentang kelahiran anak-anak Wisrawa, yaitu Dasamuka dan saudara - saudarinya, kemenangan Rahwana, atas pasukan raja-raja sekutu Arjuna Kartawirya, dan kematian Patih Suwanda, dan kemenangan Arjuna Kartawirya atas Rahwana.

Tema dan bahan Kakawin Arjunawijaya diambil dari Kitab Uttarakanda yang versi prosanya menggunakan bahasa Jawa Kuno. Di Kitab ini pula kisah Arjuna Kartawirya mengunjungi kompleks religius dharma, Siwa Buddha.

Pendeta itu mengingatkan pada Arjuna Kartawirya untuk selalu memelihara candi-candi, baik yang sudah ada maupun yang mengalami kerusakan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved