UGM Sebut Pembaruan Data dalam Kebijakan Satu Peta Sangat Penting

Selasa, 06 Agustus 2024 - 08:31 WIB
loading...
UGM Sebut Pembaruan...
Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Sri Hadmoko. Foto/Istimewa
A A A
YOGYAKARTA - Indonesia terus mengejar target memiliki data statistik dan informasi geospasial yang akurat, valid, dan terkini melalui Kebijakan Satu Peta (KSP).

Pengelolaan data geospasial yang tidak hanya sekadar peta atau gambar, tetapi juga informasi lengkap tentang kondisi di seluruh wilayah Indonesia bukan perkara mudah mengingat peta yang terus berkembang secara dinamis dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Tjahjo Kumolo Sebut Implementasi Kebijakan Satu Peta Baru Mencapai 68,57%

Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Sri Hadmoko mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar dalam mengelola data dan informasi geospasial.

Sehingga pembaruan data dan informasi dalam KSP menjadi wajib dilakukan secara berkelanjutan.

"Selama 8 tahun progres Kebijakan Satu Peta luar biasa bagus. Ini penting dan mendesak, karena informasi ini harus dimiliki negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Tapi peta itu selalu dinamis, jadi tantangannya harus updating terus menerus," kata Danang dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema ‘Satu Peta, Satu Data untuk Satu Indonesia’, Senin (5/8/2024).

Danang menjelaskan peta adalah entitas sangat dinamis, yang memerlukan pembaruan data dan informasi secara terus-menerus. Pembaruan data dan informasi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh kementerian dan lembaga dalam menyokong KSP.

Baca Juga: Ini Kenapa Kebijakan Satu Peta Jadi Krusial, Menko Airlangga Minta Optimalkan

"Ini adalah pekerjaan berkelanjutan yang harus dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait," tambahnya.

Menurutnya, keakurasian data sangat penting, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi dan sosial. Misalnya, peta kerawanan bencana di suatu kota sangat krusial bagi investor dalam menilai risiko investasi mereka.

"Bagaimana iklim usaha di Indonesia bisa terbentuk dengan baik jika peta wilayah belum ada?" ujar Danang.

Danang mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, misalnya penyediaan data dasar melalui citra satelit. Saat ini, Indonesia masih bergantung pada data dari sumber lain yang tidak selalu akurat.

"Untuk negara sebesar Indonesia, kita harus punya citra satelit sendiri, baik untuk pencitraan darat maupun wilayah laut," ungkap Danang.

Tak hanya itu, selain pembaruan data dan informasi dalam KSP, Danang juga menyoroti pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penyelenggaraan informasi geospasial yang akurat. "SDM-nya harus di-upgrade dan terstandardisasi agar memiliki integritas," tegasnya.

Selain itu, pengembangan teknologi juga menjadi kunci dalam menghadapi permasalahan dan mengatasi tantangan geospasial dalam KSP.

Menurut Danang, teknologi pemetaan harus berkembang ke arah digital dan akan lebih baik jika menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk sinkronisasi data dan informasi peta di berbagai wilayah.

"Ada beberapa wilayah yang perlu prioritas seperti Papua. Dari sisi teknis sudah ada rulesnya, namun dari sisi sosial dan tanah adat, masih perlu sinkronisasi di lapangan. Tantangan berikutnya mengenai validasi di lapangan," ujarnya.

Meski demikian, Danang menekankan pentingnya menyesuaikan referensi KSP dengan karakteristik wilayah Indonesia. Danang berharap Indonesia bisa terus maju dalam mengembangkan sistem informasi geospasial yang akurat dan dapat diandalkan demi kemajuan bangsa.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, UGM-Ewindo Kembangkan Bank Sayuran
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Rekomendasi
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
3 Fakta Tentara Israel...
3 Fakta Tentara Israel Sangat Lemah dalam Pertempuran Jarak Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved