Puluhan Disabilitas Dapat Pelatihan Pengembangan Keterampilan dan Self Branding
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Survei Angkatan Kerja Nasional 2020 menunjukkan industri perdagangan, restoran, dan hotel berkontribusi sebesar 21,8% dari total tempat kerja bagi penyandang disabilitas.
Sektor Food and Beverage (F&B) memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas karena mayoritas jenis pekerjaan di sektor ini dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas dengan berbagai macam kemampuan.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit satu persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai, dan 2% untuk BUMN.
Namun, realisasinya masih di bawah ketentuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan bekal keterampilan agar penyandang disabilitas memiliki peluang dan kesempatan yang setara sehingga dapat mandiri secara ekonomi.
Pada 2023, pihaknya menjalankan program literasi keuangan serta pelatihan dan magang keterampilan menjadi barista untuk komunitas bisu tuli (tunarungu) di Jabodetabek.
Dari 292 pelamar, dalam rangkaian acara pelatihan dan magang, para peserta akan diajarkan pengetahuan seputar teori kopi dan teknik menjadi barista, serta bagaimana caranya mengelola keuangan usaha yang baik.
Program ini meluluskan 40 barista yang siap untuk bekerja, bahkan lebih dari setengahnya berhasil mendapatkan kesempatan bekerja di coffee shop atau di jenis usaha lainnya
Sektor Food and Beverage (F&B) memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas karena mayoritas jenis pekerjaan di sektor ini dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas dengan berbagai macam kemampuan.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit satu persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai, dan 2% untuk BUMN.
Namun, realisasinya masih di bawah ketentuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan bekal keterampilan agar penyandang disabilitas memiliki peluang dan kesempatan yang setara sehingga dapat mandiri secara ekonomi.
Pada 2023, pihaknya menjalankan program literasi keuangan serta pelatihan dan magang keterampilan menjadi barista untuk komunitas bisu tuli (tunarungu) di Jabodetabek.
Dari 292 pelamar, dalam rangkaian acara pelatihan dan magang, para peserta akan diajarkan pengetahuan seputar teori kopi dan teknik menjadi barista, serta bagaimana caranya mengelola keuangan usaha yang baik.
Program ini meluluskan 40 barista yang siap untuk bekerja, bahkan lebih dari setengahnya berhasil mendapatkan kesempatan bekerja di coffee shop atau di jenis usaha lainnya
Lihat Juga :