Klaster Rumah Tangga Mengkhawatirkan, Bima: Tertular dari Orang yang Produktif di Luar
Senin, 24 Agustus 2020 - 22:05 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan kasus positif di klaster rumah tangga kondisinya semakin mengkhawatirkan. Saat ini pasien positif Covid-19 di Kota Bogor berasal dari 43 klaster keluarga.
"Sebagian besar pasien positif itu terpapar dari pasien tanpa gejala (OTG) yang menjadi corona carrier," ungkapnya disela-sela kunjungan ke SDN Genteng, Bogor Selatan, Senin (24/8/2020).
(Baca juga: Covid-19 Terus Mengganas di Bogor, Sehari 13 Kasus Positif dan 1 Meninggal)
Dari 43 kasus klaster keluarga atau rumah tangga itu, sebagian besar terpapar dari OTG yang beraktivitas di luar rumah dan menjadi corona carrier atau penyebar virus di dalam keluarga.
"Hampir 90 persen penularan dari OTG. Kalau kita pelajari polanya, lansia dan anak-anak di dalam rumah tidak kemana-mana. Penularan itu tertular dari orang yang produktif di luar lalu dibawa ke dalam rumah. Jadi menulari orang yang di dalamnya," papar Bima.
Bima menyadari informasi terkait bagaimana sosialisasi protokol kesehatan bagi orang yang mobilitasnya tinggi di luar rumah belum sepenuhnya sampai langsung kepada keluarga.
"Sebagian besar pasien positif itu terpapar dari pasien tanpa gejala (OTG) yang menjadi corona carrier," ungkapnya disela-sela kunjungan ke SDN Genteng, Bogor Selatan, Senin (24/8/2020).
(Baca juga: Covid-19 Terus Mengganas di Bogor, Sehari 13 Kasus Positif dan 1 Meninggal)
Dari 43 kasus klaster keluarga atau rumah tangga itu, sebagian besar terpapar dari OTG yang beraktivitas di luar rumah dan menjadi corona carrier atau penyebar virus di dalam keluarga.
"Hampir 90 persen penularan dari OTG. Kalau kita pelajari polanya, lansia dan anak-anak di dalam rumah tidak kemana-mana. Penularan itu tertular dari orang yang produktif di luar lalu dibawa ke dalam rumah. Jadi menulari orang yang di dalamnya," papar Bima.
Bima menyadari informasi terkait bagaimana sosialisasi protokol kesehatan bagi orang yang mobilitasnya tinggi di luar rumah belum sepenuhnya sampai langsung kepada keluarga.
Lihat Juga :