Warga Kerap Dengar Suara Tangisan Anak dari Pagi-Sore di Daycare Wensen School Depok
Kamis, 01 Agustus 2024 - 17:50 WIB
loading...
Pekerja sekaligus pemilik bengkel body repair mobil, Nyoto (55) mengaku kerap mendengar suara tangisan anak dari Daycare Wensen School. Foto/SINDOnews/muhammad refi sandi
A
A
A
JAKARTA - Pekerja sekaligus pemilik bengkel body repair mobil, Nyoto (55) mengaku kerap mendengar suara tangisan anak dari Daycare Wensen School, Jalan Putri Tunggal No.42, Harjamukti, Cimanggis, Depok. Diketahui bengkel milik Nyoto hanya dibatasi pagar besi dan tembok dengan Daycare itu.
Nyoto menambahkan tangisan pun terdengar histeris bahkan terdengar saat dirinya sedang sibuk bekerja di bengkel. “Kedengaran sampai sini (tangisannya). Kadang nangisnya pagi, kadang jam segini siang,” kata Nyoto, Kamis (1/8/2024).
Nyoto mengungkap suara tangisan hampir terdengar setiap hari. Bahkan jika didengar seksama sumber suara tangisan dari anak yang sama. “Kalau didengerin sih anaknya yang itu-itu aja,” ucapnya.
Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Pemilik Daycare Wensen School Depok Akui Aniaya Balita
Nyoto mengaku, tak menyangka daycare itu menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penganiayaan terhadap balita. Dia mengira tangisan itu pertanda anak tidak mau dititipkan orangtuanya.“Saya kira anak itu nangis karena gak mau dititipin. Saya gak nyangka kalau anak penyiksaan,” ujarnya.
Nyoto menambahkan tangisan pun terdengar histeris bahkan terdengar saat dirinya sedang sibuk bekerja di bengkel. “Kedengaran sampai sini (tangisannya). Kadang nangisnya pagi, kadang jam segini siang,” kata Nyoto, Kamis (1/8/2024).
Nyoto mengungkap suara tangisan hampir terdengar setiap hari. Bahkan jika didengar seksama sumber suara tangisan dari anak yang sama. “Kalau didengerin sih anaknya yang itu-itu aja,” ucapnya.
Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Pemilik Daycare Wensen School Depok Akui Aniaya Balita
Nyoto mengaku, tak menyangka daycare itu menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penganiayaan terhadap balita. Dia mengira tangisan itu pertanda anak tidak mau dititipkan orangtuanya.“Saya kira anak itu nangis karena gak mau dititipin. Saya gak nyangka kalau anak penyiksaan,” ujarnya.
Lihat Juga :