Kisah Cinta Bung Karno: Lamar Siti Oetari di Atas Jembatan Peneleh
Senin, 29 Juli 2024 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
"Di depan rumah Pak Tjokro yang kini menjadi Toko Buku Peneleh, dulu merupakan markas aktivis Muhammadiyah," kata Kuncar.
Pada usia 21 tahun, Bung Karno diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat. Namun, saat itu, istri HOS Tjokroaminoto meninggal dunia, membuat Bung Karno cuti kuliah selama tujuh bulan dan kembali ke Surabaya.
Di Surabaya, Bung Karno bekerja sebagai petugas kereta api di Stasiun Semut untuk membantu keuangan keluarga Tjokroaminoto.
Menurut Kuncar, adik HOS Tjokroaminoto menyarankan Bung Karno menikahi putri sulung HOS Tjokro, Siti Oetari. Bung Karno setuju menikah dengan Siti Oetari di atas Jembatan Peneleh.
"Di atas Jembatan Peneleh, Bung Karno menyatakan cintanya kepada Oetari karena melihat Pak Tjokro galau setelah istrinya meninggal," kata Kuncar.
Pernikahan Soekarno dan Siti Oetari digelar di ruang tamu rumah HOS Tjokroaminoto. Setelah menikah, Bung Karno membawa istrinya ke Bandung untuk melanjutkan kuliah.
Pada usia 21 tahun, Bung Karno diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat. Namun, saat itu, istri HOS Tjokroaminoto meninggal dunia, membuat Bung Karno cuti kuliah selama tujuh bulan dan kembali ke Surabaya.
Di Surabaya, Bung Karno bekerja sebagai petugas kereta api di Stasiun Semut untuk membantu keuangan keluarga Tjokroaminoto.
Menurut Kuncar, adik HOS Tjokroaminoto menyarankan Bung Karno menikahi putri sulung HOS Tjokro, Siti Oetari. Bung Karno setuju menikah dengan Siti Oetari di atas Jembatan Peneleh.
"Di atas Jembatan Peneleh, Bung Karno menyatakan cintanya kepada Oetari karena melihat Pak Tjokro galau setelah istrinya meninggal," kata Kuncar.
Pernikahan Soekarno dan Siti Oetari digelar di ruang tamu rumah HOS Tjokroaminoto. Setelah menikah, Bung Karno membawa istrinya ke Bandung untuk melanjutkan kuliah.
(shf)
Lihat Juga :