Viral Tarif Delman Mahal di De Djawatan Banyuwangi, Menparekraf Ingatkan Jangan Terulang Lagi
Minggu, 28 Juli 2024 - 14:07 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno di Kampung Kayutangan Heritage. Foto/Avirista Midaada/MPI
A
A
A
MALANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno , merespons keluhan wisatawan yang dipatok tarif mahal saat menaiki delman di De Djawatan Banyuwangi, yang sempat viral di media sosial.
Sandiaga menyatakan bahwa dalam industri pariwisata, memang ada beberapa pelaku yang bermasalah. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Nanti kita akan bina, karena dari seribu orang pasti ada satu dua yang bermasalah. Kemarin kita langsung turun dengan Pemerintah Banyuwangi dan tidak akan terulang lagi," kata Sandiaga Uno usai berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Minggu pagi (28/7/2024).
Sandiaga mengingatkan para pelaku wisata agar tidak seenaknya mematok tarif mahal demi keuntungan sesaat, karena hal itu dapat merugikan destinasi wisata dan pelaku wisata lainnya. "Kalau digetok, wisatawan akan kapok dan tidak mau datang lagi. Mematok tarif tinggi untuk apa jika tidak bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Beberkan Alasan Desa Wisata Wringinanom Malang Masuk 50 Besar ADWI 2024
Sandiaga menyatakan bahwa dalam industri pariwisata, memang ada beberapa pelaku yang bermasalah. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Nanti kita akan bina, karena dari seribu orang pasti ada satu dua yang bermasalah. Kemarin kita langsung turun dengan Pemerintah Banyuwangi dan tidak akan terulang lagi," kata Sandiaga Uno usai berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Minggu pagi (28/7/2024).
Sandiaga mengingatkan para pelaku wisata agar tidak seenaknya mematok tarif mahal demi keuntungan sesaat, karena hal itu dapat merugikan destinasi wisata dan pelaku wisata lainnya. "Kalau digetok, wisatawan akan kapok dan tidak mau datang lagi. Mematok tarif tinggi untuk apa jika tidak bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Beberkan Alasan Desa Wisata Wringinanom Malang Masuk 50 Besar ADWI 2024
Lihat Juga :