Buka Layanan Ortopedi Laka Kerja, RS Brawijaya Antasari Gandeng BPJS Ketenagakerjaan
Sabtu, 27 Juli 2024 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
"Brawijaya Hospital Antasari adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang juga telah dilengkapi dengan spesialis ortopedi, sehingga bisa menangani kasus-kasus trauma akibat kecelakaan kerja," ungkap Hesti.
"Dengan kerja sama ini, artinya kita bisa membantu pasien yang mengalami kecelakaan saat pasien ke atau dari tempat kerja tanpa harus membayar sendiri. Untuk kasus-kasus trauma kalau mereka bayar sendiri memang biayanya cukup besar apalagi jika mengalami patah tulang atau harus implan, yang tentunya akan memberatkan pasien, tetapi dengan dibukanya layanan bagi pasien BPJS Naker di Brawijaya maka biaya-biaya tersebut akan dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan," jelas Hesti.
Dalam kesempatan itu, Brawijaya Hospital Antasari juga memperkenalkan para dokter yang akan menangani pasien korban kecelakaan kerja, sekaligus memberikan edukasi terkait kasus trauma akibat kecelakaan kerja, di antaranya 3 dokter spesialis ortopedi terkemuka yakni dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) dan dr. Radi Muharis Sp.OT (K)., Sp.EM., dan dr. Clement Dewanto, Sp.B.,
Untuk diketahui, Brawijaya Hospital telah memiliki 5 cabang rumah sakit dan 2 Klinik. "Kemungkinan akan terus bertambah. Brawijaya Hospital memiliki pelayanan yang kuat di tingkat advance, kita punya pakar pakar di industri kesehatan yang levelnya tingkat nasional, seperti Brawijaya Saharjo, kami punya tim Jantung nasional dengan kasus kasus tersulit yang pernah kita tangani, ada juga pusat onkologi dan ginekologi,” ucapnya.
“Memang berawal dari RSIA, makanya kita punya layanan advance di bidang Ibu dan Anak, karena kami sudah memiliki leader dan proffesor yang sudah pakar di Indonesia. Brawijaya ingin menjadi yang terdepan di unggulan unggulannya seperti bidang obgyn, tetapi karena kami juga memiliki layanan ortopedi makanya kami bekerjasama dengan BPJS Naker untuk program layanan trauma," sambungnya.
"Dengan kerja sama ini, artinya kita bisa membantu pasien yang mengalami kecelakaan saat pasien ke atau dari tempat kerja tanpa harus membayar sendiri. Untuk kasus-kasus trauma kalau mereka bayar sendiri memang biayanya cukup besar apalagi jika mengalami patah tulang atau harus implan, yang tentunya akan memberatkan pasien, tetapi dengan dibukanya layanan bagi pasien BPJS Naker di Brawijaya maka biaya-biaya tersebut akan dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan," jelas Hesti.
Dalam kesempatan itu, Brawijaya Hospital Antasari juga memperkenalkan para dokter yang akan menangani pasien korban kecelakaan kerja, sekaligus memberikan edukasi terkait kasus trauma akibat kecelakaan kerja, di antaranya 3 dokter spesialis ortopedi terkemuka yakni dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) dan dr. Radi Muharis Sp.OT (K)., Sp.EM., dan dr. Clement Dewanto, Sp.B.,
Untuk diketahui, Brawijaya Hospital telah memiliki 5 cabang rumah sakit dan 2 Klinik. "Kemungkinan akan terus bertambah. Brawijaya Hospital memiliki pelayanan yang kuat di tingkat advance, kita punya pakar pakar di industri kesehatan yang levelnya tingkat nasional, seperti Brawijaya Saharjo, kami punya tim Jantung nasional dengan kasus kasus tersulit yang pernah kita tangani, ada juga pusat onkologi dan ginekologi,” ucapnya.
“Memang berawal dari RSIA, makanya kita punya layanan advance di bidang Ibu dan Anak, karena kami sudah memiliki leader dan proffesor yang sudah pakar di Indonesia. Brawijaya ingin menjadi yang terdepan di unggulan unggulannya seperti bidang obgyn, tetapi karena kami juga memiliki layanan ortopedi makanya kami bekerjasama dengan BPJS Naker untuk program layanan trauma," sambungnya.
(cip)
Lihat Juga :