Mengenal Daha, Wilayah yang Disebut Pernah Menjadi Ibu Kota Majapahit
loading...
A
A
A
Meski tidak ada catatan sejarah yang mencatat secara pasti kapan perpindahan ini terjadi, bukti dari sumber sejarah Portugis karya Tomé Pires memberikan petunjuk.
Pada karyanya "Suma Oriental" Pires menyebut ibu kota kerajaan Jawa sebagai "Dayo" yang diduga transliterasi dari Daha, wilayah di pedalaman Jawa Timur.
Momen perpindahan ibu kota itu menandai kebangkitan Daha sebagai pusat pemerintahan yang baru. Bahkan, meski setelahnya Majapahit benar-benar runtuh, semangat dan warisannya tetap hidup melalui Daha yang menjadi simbol keberlanjutannya.
Demikianlah ulasan mengenai Daha, salah satu wilayah yang disebut pernah menjadi ibu kota Kerajaan Majapahit.
Lihat Juga: Pasukan Pangeran Diponegoro Sulit Dikalahkan Paksa Belanda Bangun Benteng Pertahanan di Madiun
Pada karyanya "Suma Oriental" Pires menyebut ibu kota kerajaan Jawa sebagai "Dayo" yang diduga transliterasi dari Daha, wilayah di pedalaman Jawa Timur.
Momen perpindahan ibu kota itu menandai kebangkitan Daha sebagai pusat pemerintahan yang baru. Bahkan, meski setelahnya Majapahit benar-benar runtuh, semangat dan warisannya tetap hidup melalui Daha yang menjadi simbol keberlanjutannya.
Demikianlah ulasan mengenai Daha, salah satu wilayah yang disebut pernah menjadi ibu kota Kerajaan Majapahit.
Lihat Juga: Pasukan Pangeran Diponegoro Sulit Dikalahkan Paksa Belanda Bangun Benteng Pertahanan di Madiun
(shf)