alexametrics

Cuaca Buruk, Nelayan Pantura Tidak Berani Melaut

loading...
Cuaca Buruk, Nelayan Pantura Tidak Berani Melaut
Para nelayan menyandarkan kapalnya di muara desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Foto/Toiskandar.
A+ A-
CIREBON - Cuaca buruk dengan angin kencang yang melanda perairan laut Jawa membuat sebagian nelayan enggan melaut dan tidak berani ke tengah untuk menangkap ikan. Kondisi ini menyebabkan hasil tangkapan ikan menurun drastis, Senin pagi (22/7/2019).

Seperti yang dirasakan sebagian nelayan Cirebon terutama nelayan-nelayan kecil dengan kapal 3 gross ton. Sudah dua pekan lebih sebagian nelayan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat ini tidak melaut.

Para nelayan menyandarkan kapalnya di muara desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Sebagian nelayan ini beraktivitas untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap ikan untuk mengisi waktunya di saat tidak melaut.



Cuaca buruk dengan angin yang cukup kencang dan ombak yang mencapai satu hingga dua meter di tengah laut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut. Mereka tak mau ambil risiko terlebih lagi para nelayan kecil yang berkapasitas 3 gros ton yang tidak bisa melawan angin kencang dan ombak tinggi di tengah laut.

Meski demikian, nelayan lain tetap melaut mencari ikan. Namun mereka yang tetap melaut hanya bisa menangkap ikan tidak sampai ke tengah laut melainkan hanya berlayar dengan jarak 5 hingga 7 kilo meter dari bibir pantai.

Dengan jarak itu, hasil tangkapan pun menurun drastis jika dibandingkan hasil tangkapan di tengah. Para nelayan ini hanya bisa menghasilkan tangkapan ikan 20 hingga 30 kilogram ikan dalam semalam.

Saeli, seorang nelayan mundu mengatakan, biasanya jika ke tengah laut para nelayan ini bisa menghasilkan minimal 50 kilogram ikan dalam semalam.

Akibat cuaca buruk ini para nelayan tak bisa berbuat banyak. Mereka berharap cuaca kembali bersahabat agar bisa menghasilkan tangkapan ikan yang banyak.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak