Penuh Haru, Warga Pidie Lepas Wahyudi Adisiswanto dari Pj Bupati Pidie
Rabu, 24 Juli 2024 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; 47.331 Anak Diimunisasi, Pemkab Pidie Target Bebas Polio
Khusus kepada Kaukus Pemuda Pidie, Wahyudi menyampaikan bahwa Kaukus Pemuda Pidie telah banyak membantu selama dirinya bertugas di Pidie
"Terutama saat Sukses acara Kick off Rumoh Geudong. Mereka yang memobilisasi santri, ketika santri sedang hari libur. Jadi teman teman ini yang akan mengawal Kabupaten Pidie ke depan," ujarnya.
Wahyudi juga menyampaikan bahwa dirinya sempat membangun Rumah Aceh, yang diberinya nama Rumoh Gading Mulia, yang akan dijadikannya sebagai pusat gerakan ibu ibu.
"Saya punya konsep untuk merubah opini, tentang kekerasan yang sering terjadi di Kabupaten Pidie. Khususnya dalam rumah tangga (KDRT). Saya pingin ada gerakan ibu ibu," ujarnya.
Gerakan kaum ibu itu, semula direncanakan merupakan kolaborasi antara PKK, PKMT dan Sirul Muhtadin, bernama Himpunan Kasih Ibu.
"Tetapi karena ini saya sudah selesai masa tugas, maka kalau penerusnya (PJ Bupati Pidie yang baru) berkenan melanjutkan silahkan, kalau nggak ya saya tempati sendiri," Katanya.
Di ujung pesannya, Wahyudi menyampaikan bahwa dirinya tetap berharap masyarakat Pidie terus mempertahankan prinsip hidup, yang sudah disepakati, diantaranya membangun silaturahim, kembali kepada agama dan dibawah bimbingan para alim ulama.
Khusus kepada Kaukus Pemuda Pidie, Wahyudi menyampaikan bahwa Kaukus Pemuda Pidie telah banyak membantu selama dirinya bertugas di Pidie
"Terutama saat Sukses acara Kick off Rumoh Geudong. Mereka yang memobilisasi santri, ketika santri sedang hari libur. Jadi teman teman ini yang akan mengawal Kabupaten Pidie ke depan," ujarnya.
Wahyudi juga menyampaikan bahwa dirinya sempat membangun Rumah Aceh, yang diberinya nama Rumoh Gading Mulia, yang akan dijadikannya sebagai pusat gerakan ibu ibu.
"Saya punya konsep untuk merubah opini, tentang kekerasan yang sering terjadi di Kabupaten Pidie. Khususnya dalam rumah tangga (KDRT). Saya pingin ada gerakan ibu ibu," ujarnya.
Gerakan kaum ibu itu, semula direncanakan merupakan kolaborasi antara PKK, PKMT dan Sirul Muhtadin, bernama Himpunan Kasih Ibu.
"Tetapi karena ini saya sudah selesai masa tugas, maka kalau penerusnya (PJ Bupati Pidie yang baru) berkenan melanjutkan silahkan, kalau nggak ya saya tempati sendiri," Katanya.
Di ujung pesannya, Wahyudi menyampaikan bahwa dirinya tetap berharap masyarakat Pidie terus mempertahankan prinsip hidup, yang sudah disepakati, diantaranya membangun silaturahim, kembali kepada agama dan dibawah bimbingan para alim ulama.
Lihat Juga :