Pemkab Bogor Baru Salurkan Bansos Beras ke Warga Terdampak Covid-19
Jum'at, 01 Mei 2020 - 22:45 WIB
loading...
Bupati Bogor, Ade Yasin.Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Hari kedua penerapan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemkab Bogor baru menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras secara bertahap.
"Tahap pertama kita salurkan bansos berupa beras untuk 11 desa di Kecamatan Leuwiliang. Bertahap Insya Allah nanti semuanya (40 Kecamatan) akan kebagian," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin, Jumat (01/05/2020). Dia mengatakan, pengiriman bansos ini terlambat dari rencana penyaluran sebelumnya yakni sebelum puasa.
"Sekali lagi saya mohon maaf, tadinya inginnya sebelum puasa dikirim, ternyata banyak kendala," katanya. Dia melanjutkan, kendala ini diantaranya adalah ketersediaan beras di Bulog yang harus memenuhi permintaan beras dari pemerintah daerah lain terlebih dahulu.
Selain itu, keterbatasan tenaga dan luasnya wilayah Kabupaten Bogor juga jadi kendala pengiriman bansos ini."Kabupaten Bogor ini ada sebanyak 200.000 penerima. Jadi jangan bandingkan dengan tetangga yang cuma puluhan ribu, kita ini ratusan ribu. Jadi wajar saja agak telat sedikit," ujarnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, menyebutkan ada empat jenis sumber bantuan sosial atau bansos yang akan diberikan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak pandemi Covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB)."Bantuan itu diberikan untuk warga yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), non-DTKS dan non-KTP Kabupaten Bogor," ungkapnya.
"Tahap pertama kita salurkan bansos berupa beras untuk 11 desa di Kecamatan Leuwiliang. Bertahap Insya Allah nanti semuanya (40 Kecamatan) akan kebagian," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin, Jumat (01/05/2020). Dia mengatakan, pengiriman bansos ini terlambat dari rencana penyaluran sebelumnya yakni sebelum puasa.
"Sekali lagi saya mohon maaf, tadinya inginnya sebelum puasa dikirim, ternyata banyak kendala," katanya. Dia melanjutkan, kendala ini diantaranya adalah ketersediaan beras di Bulog yang harus memenuhi permintaan beras dari pemerintah daerah lain terlebih dahulu.
Selain itu, keterbatasan tenaga dan luasnya wilayah Kabupaten Bogor juga jadi kendala pengiriman bansos ini."Kabupaten Bogor ini ada sebanyak 200.000 penerima. Jadi jangan bandingkan dengan tetangga yang cuma puluhan ribu, kita ini ratusan ribu. Jadi wajar saja agak telat sedikit," ujarnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, menyebutkan ada empat jenis sumber bantuan sosial atau bansos yang akan diberikan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak pandemi Covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB)."Bantuan itu diberikan untuk warga yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), non-DTKS dan non-KTP Kabupaten Bogor," ungkapnya.
Lihat Juga :