Kisah Gayatri, Putri Raja Kertanagara yang Sederhana dan Haus Pengetahuan
Minggu, 21 Juli 2024 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Mahadewi, kakak kedua Gayatri, baru saja bertunangan dengan Ardaraja. Sementara itu, Jayendradewi, kakak ketiga, selalu tidak sabar menunggu orang tuanya mencarikan calon suami yang cocok untuknya. Berbeda dengan kakak-kakaknya, Gayatri tidak tertarik pada pinangan maupun suami. Baginya, kakak-kakaknya manis tetapi seringkali konyol.
Gayatri melihat kakak-kakaknya sibuk mempercantik diri dan menarik perhatian para pemuda. Namun, satu-satunya laki-laki yang ingin dibahagiakan oleh Gayatri adalah ayahnya. Ia menunjukkan minat besar terhadap isu-isu yang digeluti ayahandanya. Seiring pertumbuhan, Gayatri semakin sering terlibat dalam perbincangan tentang agama dan negara dengan ayahnya.
Kertanagara, menyadari gelagat putrinya yang haus pengetahuan, menugaskan Terenavindu, seorang karib dan resi Buddhis yang terpelajar, untuk menjadi guru bagi Gayatri. Terenavindu mengajarkan berbagai ilmu, mulai dari kitab-kitab Buddhis tentang nalar, kajian peribadatan, yoga, dan meditasi.
Tidak hanya pendidikan formal, Gayatri juga belajar kebudayaan seperti wayang dan wayang orang, yang mengandung pelajaran berharga tentang kebaikan dan keburukan yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. Kisah Gayatri menunjukkan bahwa kecerdasan dan kesederhanaan dapat membawa seseorang menjadi pemersatu dan penerang di tengah keluarga dan kerajaannya.
Gayatri melihat kakak-kakaknya sibuk mempercantik diri dan menarik perhatian para pemuda. Namun, satu-satunya laki-laki yang ingin dibahagiakan oleh Gayatri adalah ayahnya. Ia menunjukkan minat besar terhadap isu-isu yang digeluti ayahandanya. Seiring pertumbuhan, Gayatri semakin sering terlibat dalam perbincangan tentang agama dan negara dengan ayahnya.
Kertanagara, menyadari gelagat putrinya yang haus pengetahuan, menugaskan Terenavindu, seorang karib dan resi Buddhis yang terpelajar, untuk menjadi guru bagi Gayatri. Terenavindu mengajarkan berbagai ilmu, mulai dari kitab-kitab Buddhis tentang nalar, kajian peribadatan, yoga, dan meditasi.
Tidak hanya pendidikan formal, Gayatri juga belajar kebudayaan seperti wayang dan wayang orang, yang mengandung pelajaran berharga tentang kebaikan dan keburukan yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. Kisah Gayatri menunjukkan bahwa kecerdasan dan kesederhanaan dapat membawa seseorang menjadi pemersatu dan penerang di tengah keluarga dan kerajaannya.
(hri)
Lihat Juga :