Asal Usul Kerajaan Demak, Kesultanan yang Dibentuk di Daerah Rawan Banjir

Jum'at, 19 Juli 2024 - 10:06 WIB
loading...
Asal Usul Kerajaan Demak,...
KERAJAAN Demak sebuah kesultanan Islam pertama di pesisir utara Jawa Tengah. Secara geografis, kesultanan ini terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
DEMAK - KERAJAAN Demak sebuah kesultanan Islam pertama di pesisir utara Jawa Tengah. Secara geografis, kesultanan ini terletak di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari jurnal bertajuk "Perkembangan Islam pada Masa Kerajaan Demak", Kesultanan Islam Demak merupakan perjuangan Islam pertama di Jawa yang sengaja dirancang dan didirikan oleh Walisongo.

Baca juga: Daftar Raja Kerajaan Demak dari Awal Berdiri hingga Keruntuhannya

Masuknya Islam di bumi Nusantara (khususnya Indonesia) berlangsung secara sistematis, terencana, dan tanpa kekerasan.

Para ulama (dai pembawa ajaran agama Islam) melakukan perubahan besar-besaran di bumi Nusantara secara mendasar baik pada aqidah maupun sistem hukumnya yang sebelumnya menganut Hindu-Budha.

Dari kebudayaan Animisme- Dinamisme, Hindu, dan Budha menjadi bumi yang bertradisi Islami. Perubahan ini merupakan revolusi besar pemikiran dan peradaban Islam di bumi Nusantara.

Asal Usul Kerajaan Islam Demak


Pada awalnya daerah Demak dikenal dengan sebutan Bintoro atau disebut juga Glagah Wangi, yang merupakan kerajaan bawahan Majapahit. Terdapat beberapa pendapat tentang dari mana asal istilah Demak.

Pertama, Demak berasal dari bahasa Kawi yang artinya pegangan atau pemberian. Kedua, Demak berasal dari bahasa Arab dama’, yang artinya air mata.

Baca juga: Perebutan Tahta saat Portugis Belum Diusir, Kerajaan Demak Runtuh

Pemberian nama tersebut dikaitkan dengan usaha susah-payah yang dilakukan untuk menegakan Islam di Jawa. Ketiga, Demak juga berasal dari bahasa Arab dimyat.



Demak muncul pertenggahan akhir abad ke-15 Masehi. Berdiri kira-kira tahun 1478. Hal itu didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi (Brawijaya V) dengan ditandai candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi.

Munculnya kerajaan baru tersebut sangat mengherankan, karena Demak letaknya tidak di daerah yang kurang subur. Selain itu sebelah utara Demak terbentang daerah rawa yang sangat luas sehingga sering sekali dilanda banjir.

Namun bagaimana pun daerah yang kurang subur dan penuh rawa itu muncul kerajaan kemudian berkembang dengan pesat sekali.

Pada awalnya Demak tidak berada di pedalaman yang jaraknya kurang lebih 15 km dari bibir laut Jawa seperti sekarang ini.

Melainkan berada didekat Sungai Tuntang yang sumbernya dari Rawa Pening. Sungai Tuntang tersebut membuang airnya ke laut Jawa yang muaranya dekat dengan Demak.

Kerajaan Islam Demak berdiri di penghujung masa berakhirnya kerajaan Majapahit. Para ahli sejarah pada umumnya mengatakan, bahwa perkembangan Islam di Jawa bersamaan waktunya dengan masa melemahnya Kerajaan Majapahit.

Keadaan ini memberi peluang kepada para penguasa Islam di pesisir untuk membangun pusat-pusat kekuasaan yang independen.

Di bawah pimpinan Sunan Ampel, Walisongo bersepakat untuk mengangkat Raden Patah menjadi raja pertama di Demak dan sekaligus kerajaan Islam pertama di Jawa, dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayyidina Panatagama.

Dalam menjalankan pemerintahannya ini Raden Patah dibantu oleh para ulama yang tergabung dalam Walisongo, terutama dalam hal yang berkaitan dengan urusan agama. Berpusat di Demak yang sebelumnya bernama Bintoro yang merupakan daerah Majapahit yang diberikan kepada Raden Patah.

Itulah asal usul Kerajaan Demak beserta sejarah awal pembentukannya. Di mana kerajaan yang dibangun di wilayah rawan banjir dan namanya memiliki arti mata air ini justru menjadi salah satu kesultanan terbesar di Jawa.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved