Polisi Gencar Gerebek Sarang Narkoba di Jakarta, Anggota DPR Beri Saran Ini
Kamis, 18 Juli 2024 - 23:42 WIB
loading...
A
A
A
Sahroni mengatakan, 'kampung narkoba' ini sudah jadi seperti masalah laten di Jakarta. Sebagai warga asli Jakarta, dirinya prihatin sekali. "Isu narkoba di Kampung Bahari itu saja sudah ada sejak tahun 2013, 11 tahun yang lalu, bahkan saya pun belum jadi anggota legislatif kala itu. Dan tiap tahun pasti digerebek polisi, 2022 iya, 2023 iya, tapi besoknya tetep aja beroperasi lagi, kayak nggak takut sama aparat," ujar Sahroni, Kamis (18/7/2024).
Menurut Sahroni, terungkap para bandar dan pengedar narkoba beroperasi pakai cara-cara yang lebih canggih lagi. "Jadi saya kira perlu ketegasan lebih dalam menyelesaikan situasi ini. Jangan terus-terusan dibiarkan, nanti masyarakat semakin khawatir dan jadi berspekulasi," ujarnya.
Sahroni meminta Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas sekaligus inklusif terhadap wilayah-wilayah tersebut. Menurutnya, selain melakukan penangkapan, polisi, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pihak terkait juga wajib membina warga yang berpotensi telah terpapar narkoba.
"Bikin program pemberdayaan agar warganya tidak bergantung hidup pada narkoba lagi. Mau itu UMKM, pelatihan skill, atau apa pun itu. Karena walaupun penangkapan dan pemusnahan barang bukti itu bagus, tetapi tetap tidak akan bisa menyelesaikan masalah jangka panjangnya," katanya.
Yang perlu kita lakukan, kata Sahroni, adalah mencabut akar permasalahannya. "Ubah perilaku masyarakatnya, jauhi mereka dari ketergantungan terhadap narkoba, baik secara fisik maupun ekonomi. Kalau masih ada yang berani terlibat, hukum berat,” katanya.
Menurut Sahroni, terungkap para bandar dan pengedar narkoba beroperasi pakai cara-cara yang lebih canggih lagi. "Jadi saya kira perlu ketegasan lebih dalam menyelesaikan situasi ini. Jangan terus-terusan dibiarkan, nanti masyarakat semakin khawatir dan jadi berspekulasi," ujarnya.
Sahroni meminta Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas sekaligus inklusif terhadap wilayah-wilayah tersebut. Menurutnya, selain melakukan penangkapan, polisi, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pihak terkait juga wajib membina warga yang berpotensi telah terpapar narkoba.
"Bikin program pemberdayaan agar warganya tidak bergantung hidup pada narkoba lagi. Mau itu UMKM, pelatihan skill, atau apa pun itu. Karena walaupun penangkapan dan pemusnahan barang bukti itu bagus, tetapi tetap tidak akan bisa menyelesaikan masalah jangka panjangnya," katanya.
Yang perlu kita lakukan, kata Sahroni, adalah mencabut akar permasalahannya. "Ubah perilaku masyarakatnya, jauhi mereka dari ketergantungan terhadap narkoba, baik secara fisik maupun ekonomi. Kalau masih ada yang berani terlibat, hukum berat,” katanya.
Lihat Juga :