18 Camat di Bojonegoro Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Mobil Siaga Desa
Kamis, 11 Juli 2024 - 21:09 WIB
loading...
Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Aditia Sulaeman. Foto/Dedi Mahdi
A
A
A
BOJONEGORO - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, terus mengembangkan dugaan korupsi pengadaan sebanyak 386 mobil siaga desa.
Setelah memeriksa seluruh kepala desa yang menerima bantuan hibah tersebut, kali ini tim penyidik Kejari fokus pada pemeriksaan camat .
Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Aditia Sulaeman mengatakan, jika sampai saat ini ada 18 camat yang telah dimintai keterangan. “Hari ini ada 10 camat yang diperiksa,” jelasnya, Kamis (11/7/24).
Baca juga; 386 Kades di Bojonegoro Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Mobil Siaga Desa
Selain 10 camat tersebut, sebelumnya penyidik juga telah memanggil 8 camat pada Rabu 10 Juli 2024.
Terkait materi apa aja yang diperiksakan atau ditanyakan kepada camat, Kasi Pidsus tidak bisa menyampaikan karena terkait materi penyidikan. “Pokoknya banyaklah yang kami tanyakan,” pungkasnya.
![18 Camat di Bojonegoro Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Mobil Siaga Desa]()
Setelah memeriksa para camat penyidik Kejari Bojonegoro selanjutnya akan kembali memanggil sejumlah pejabat teras Pemkab, yang terkait dengan pengadaan mobil siaga desa. Salah satunya Kepala Bappeda Pemkab Bojonegoro Anwar Murtadlo.
Setelah memeriksa seluruh kepala desa yang menerima bantuan hibah tersebut, kali ini tim penyidik Kejari fokus pada pemeriksaan camat .
Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Aditia Sulaeman mengatakan, jika sampai saat ini ada 18 camat yang telah dimintai keterangan. “Hari ini ada 10 camat yang diperiksa,” jelasnya, Kamis (11/7/24).
Baca juga; 386 Kades di Bojonegoro Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Mobil Siaga Desa
Selain 10 camat tersebut, sebelumnya penyidik juga telah memanggil 8 camat pada Rabu 10 Juli 2024.
Terkait materi apa aja yang diperiksakan atau ditanyakan kepada camat, Kasi Pidsus tidak bisa menyampaikan karena terkait materi penyidikan. “Pokoknya banyaklah yang kami tanyakan,” pungkasnya.

Setelah memeriksa para camat penyidik Kejari Bojonegoro selanjutnya akan kembali memanggil sejumlah pejabat teras Pemkab, yang terkait dengan pengadaan mobil siaga desa. Salah satunya Kepala Bappeda Pemkab Bojonegoro Anwar Murtadlo.
Lihat Juga :