Perjalanan Saka Tatal di Kasus Vina Cirebon: Jadi Tersangka, Dipenjara hingga Ajukan PK

Selasa, 09 Juli 2024 - 13:29 WIB
loading...
Perjalanan Saka Tatal...
Saka Tatal mantan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon tahun 2016. Foto: iNews TV/Toiskandar
A A A
CIREBON - Saka Tatal menjadi salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon tahun 2016. Baru-baru ini, namanya kembali mencuat ke publik dan jadi sorotan.

Diketahui, Saka Tatal resmi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kota Cirebon, Senin (8/7/2024). PK ini diajukan karena proses penyidikan tahun 2016 dianggap tidak sesuai prosedur.

Selain itu, pengajuan PK juga didasarkan atas temuan bukti baru serta hasil praperadilan Pegi Setiawan yang telah diputus bebas Hakim Tunggal Eman Sulaeman di Pengadilan Negeri Bandung.

Baca Juga: Pegi Setiawan Beri Pesan Monohok ke Polda Jabar: Lebih Teliti, Jangan Salah Tangkap Lagi

Saka Tatal mendaftarkan PK dengan didampingi tim kuasa hukum yang dipimpin Farhat Abbas dan Krisna Murti.

Melihat ke belakang, perjalanan Saka Tatal dalam pusaran kasus Vina Cirebon terbilang cukup panjang. Berikut ini rangkumannya yang bisa disimak.

Perjalanan Saka Tatal Saka Tatal di Kasus Vina Cirebon


1. Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon bermula pada Sabtu (27/8/2016). Waktu itu, keduanya disebut telah dibunuh oleh sekelompok orang yang dikatakan sebagai anggota geng motor.

Beberapa waktu berselang, delapan orang yang diduga sebagai pembunuh Vina ditangkap. Adapun salah satu di antaranya adalah Saka Tatal yang waktu itu masih berusia 15 tahun.

Setelahnya, Saka pun ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani persidangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istigasah di Cirebon,...
Istigasah di Cirebon, Kiai Ilyas Khaelani: Doa agar Negeri Ini Terjaga dari Praktik Hukum Tidak Adil
Mario Dandy, Terpidana...
Mario Dandy, Terpidana Penganiayaan Berat David juga Dapat Remisi HUT Ke-80 RI
Komnas HAM Minta Polisi...
Komnas HAM Minta Polisi Tetap Buka Ruang Peninjauan Kembali Kasus Kematian Arya Daru
PK Terpidana Kasus Vina...
PK Terpidana Kasus Vina Cirebon Ditolak, Keluarga Histeris dan Pengacara Pingsan
Tok! MA Tolak Peninjauan...
Tok! MA Tolak Peninjauan Kembali 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon
Ahli Hukum: Peninjauan...
Ahli Hukum: Peninjauan Kembali Mardani Penting bagi Martabat Hukum Indonesia
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved