Wali Kota Tangsel Imbau Masyarakat Tak Beri Susu Kental Manis untuk Anak
Kamis, 04 Juli 2024 - 18:12 WIB
loading...
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengimbau masyarakat tak memberikan kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengimbau masyarakat tak memberikan kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Hal itu disampaikan Benyamin pada peringatan HUT ke-73 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kecamatan Serpong Utara, Tangsel, belum lama ini.
Pernyataan Benyamin bukan tanpa alasan. Dia melihat masyarakat terutama keluarga muda kerap mengesampingkan kebutuhan gizi anak. Yang dikhawatirkan adalah ibu membiarkan anak hanya makan yang disukai saja, makanan yang bercita rasa gurih, tinggi kandungan gula, padahal belum tentu ada gizinya.
Baca juga: Ahli Gizi: Susu Kental Manis Bisa Picu Diabetes Anak
“Saya khawatir tanpa edukasi yang memadai, kemudian persoalan gizi ini diabaikan masyarakat terutama para keluarga muda,” ujarnya.
Kandungan gula di dalam kental manis menjadikannya tidak tepat diberikan kepada anak, terlebih ditujukan sebagai susu untuk pemenuhan gizi. Kesalahan konsumsi ini dapat membuat anak mengalami berbagai masalah tumbuh kembang bahkan memunculkan penyakit seperti diabetes.
“Kental manis bukan susu untuk anak, gulanya sangat tinggi bisa mencapai 50%. Karena itu, tidak baik untuk kesehatan anak,” kata Benyamin.
Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Tangsel Putri Ayu Anisya. Dia mengatakan, edukasi salah konsumsi kental manis perlu semakin digencarkan. Pasalnya, hingga kini banyak orang tua memberikan kental manis yang dianggap sebagai susu kepada anaknya.
Pernyataan Benyamin bukan tanpa alasan. Dia melihat masyarakat terutama keluarga muda kerap mengesampingkan kebutuhan gizi anak. Yang dikhawatirkan adalah ibu membiarkan anak hanya makan yang disukai saja, makanan yang bercita rasa gurih, tinggi kandungan gula, padahal belum tentu ada gizinya.
Baca juga: Ahli Gizi: Susu Kental Manis Bisa Picu Diabetes Anak
“Saya khawatir tanpa edukasi yang memadai, kemudian persoalan gizi ini diabaikan masyarakat terutama para keluarga muda,” ujarnya.
Kandungan gula di dalam kental manis menjadikannya tidak tepat diberikan kepada anak, terlebih ditujukan sebagai susu untuk pemenuhan gizi. Kesalahan konsumsi ini dapat membuat anak mengalami berbagai masalah tumbuh kembang bahkan memunculkan penyakit seperti diabetes.
“Kental manis bukan susu untuk anak, gulanya sangat tinggi bisa mencapai 50%. Karena itu, tidak baik untuk kesehatan anak,” kata Benyamin.
Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Tangsel Putri Ayu Anisya. Dia mengatakan, edukasi salah konsumsi kental manis perlu semakin digencarkan. Pasalnya, hingga kini banyak orang tua memberikan kental manis yang dianggap sebagai susu kepada anaknya.
Lihat Juga :